Loading

Tugu Peringatan Tewasnya Mayor Jenderal Jocobus Herbertus Pel dan Lokasi Bivak Kolonial Belanda

No. Reg. SK Walikota Banda Aceh Nomor 676 Tahun 2018 Tanggal 10 Des 2018 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : 2018
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2018
Tahun penetapan : 2018
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. T. Nyak Arief Gampong Lamgugop dan Gampong Alue Naga Kec. Syiah Kuala
Latitude : 5,59914405N
Longitude : 95,34803529E
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : 1.500 m² dan 3 m²
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemko Banda Aceh
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : Jalan Alue Naga-Lintas Banda Aceh
Batas Zona Selatan : Jalan Alue Naga-Lintas Banda Aceh,
Batas Zona Barat : Anak Kanal Krueng Cut
Batas Zona Timur : Krueng Cut

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Tugu Peringatan Tewasnya Mayor Jenderal Jocobus Herbertus Pel dan Lokasi Bivak Kolonial Belanda

Lokasi Tugu kematian Jenderal Jocobus berada di Gampong Lamgugop tepat di jembatan Darussalam dan Lokasi Bivak Kolonial Belanda berada di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Secara astronomis, situs ini berada di koordinat 5.59914405N; 95.34803529E dengan luas areal 3 m2. Batas-batas situs antara lain : sebelah Utara berbatasan dengan Jalan Alue Naga menuju ke Laut, sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Alue Naga-Lintas Banda Aceh, Sebelah barat berbatasan dengan Kanal Krueng Alue Naga, dan sebelah Timur berbatasan dengan Krueng Cut. Ekpedisi Belanda pertama mengalami kegagalan, akan tetapi kegagalan ini tidak mengendorkan hasrat belanda untuk menduduki wilayah kerajaan Aceh Darrusalam hal ini terbukti dengan adanya Ekspedisi kedua yang tiba di Aceh pada tahun 1874, pada waktu itu pihak Belanda di bawah pimpinan Mayor Jendral Jacobus Herbertus pel, dalam usaha penyerangan terhadap keraton dengan menyusuri Krueng Aceh mendapat perlawanan yang cukup besar.