Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : 2019
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2020
Tahun penetapan : 2021
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Teungku Dianjong Gampong Peulanggahan Kec. Kuta Raja
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : -
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Warga
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Tugu Hier Rusten 10 Strijoers

Monumen Belanda di Pelanggahan untuk mengenang para serdadu yang gugur dalam perang merebut Gampong Peulanggahan. Pertempuran habis-habisan yang melibatkan 140 prajurit ini, membuat banyak tentara Belanda gugur. Ketika melihat Belanda sudah mendarat di Gampong Peulanggahan, pihak Aceh dibawah pimpinan Teuku Nanta Setia segera melancarkan serangan. Namun, pihak Belanda cukup kuat, mereka membangun bivak pertama disana. Tugu Hier Rusten 10 Strijders (yang berarti "Di sini beristirahat 10 prajurit") adalah monumen peringatan yang dibangun oleh tentara kolonial Belanda di Gampong Peulanggahan, Banda Aceh. Monumen ini didirikan untuk mengenang 10 serdadu Belanda yang tewas dalam pertempuran melawan pejuang Aceh di wilayah tersebut.  Perang Aceh adalah salah satu perang paling panjang dan sulit yang dihadapi Belanda di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Peperangan ini dimulai pada tahun 1873 dan berlangsung selama puluhan tahun. Pada masa Perang Aceh, terjadi pertempuran sengit di Gampong Peulanggahan. Peristiwa ini terjadi saat pasukan Belanda mendarat di gampong tersebut dan mendapat perlawanan sengit dari pejuang Aceh yang dipimpin oleh Teuku Nanta. Pertempuran yang melibatkan 140 prajurit ini menyebabkan banyak tentara Belanda gugur. Sebagai penghormatan bagi perwira dan serdadu terbaik mereka yang tewas, pemerintah kolonial Belanda mendirikan tugu tersebut. Monumen ini dibangun pada masa darurat untuk memperingati gugurnya 10 prajurit Belanda. Namun, seiring berjalannya waktu, tugu ini terbengkalai. Tugu ini menjadi salah satu dari banyak peninggalan bersejarah di Aceh yang menceritakan perlawanan sengit rakyat Aceh terhadap kolonial Belanda.