Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2022
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2022
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Tamiang
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Desa Suka Mulia Bandar Sungai Iyu Kec. Bendahara
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Situs Bekas Istana Sungai Iyu

Didirikan pada masa pemerintahan Raja Muda Cik (Ampon Cik ) dengan gelar Teuku Keujerun Chiek Ismail Siddik Perwalian Sungai Iyu ke IV. Situs bersejarah di bekas Sungai Iyu, Aceh Tamiang, memiliki dua penemuan penting: situs bukit kerang prasejarah dan bekas Istana Sungai Iyu dari era kerajaan.  Situs prasejarah ini diperkirakan berusia 12.000 tahun dan merupakan peninggalan manusia purba suku Mongoloid.  Asal-usul Tumpukan cangkang kerang ini terbentuk dari kebiasaan manusia purba yang tinggal di tepi pantai dan membuang sisa makanan kerang di lokasi yang sama selama ribuan tahun.Situs bukit kerang di Kampung Masjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, diklaim sebagai satu-satunya yang masih utuh di Asia Tenggara. Banyak situs serupa di wilayah lain telah rusak akibat aktivitas manusia dan modernisasi.Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas) telah melakukan penelitian di lokasi ini dan menemukan bukti-bukti yang akurat untuk mengungkap sejarah peradaban masa lalu di Aceh Tamiang.Selain menjadi bukti sejarah, situs ini juga memiliki potensi sebagai objek wisata edukatif.  Situs ini merupakan peninggalan dari masa kerajaan yang lebih muda, di mana Kerajaan Tamiang pernah ada dan menjadi taklukan Kerajaan Pasai. Istana ini didirikan pada masa pemerintahan Raja Muda Cik, yang bergelar Teuku Keujerun Chiek Ismail Siddik Perwalian Sungai Iyu ke-IV.Situs ini tercatat sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) oleh Bupati Aceh Tamiang pada tahun 2022.Keberadaan istana di tepi sungai ini menunjukkan pentingnya Sungai Iyu sebagai jalur transportasi dan pusat peradaban pada masa lalu.  Kedua situs ini berada di sekitar wilayah yang sama, yaitu Kampung Masjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah bekas Sungai Iyu telah menjadi pusat peradaban dan permukiman manusia sejak zaman prasejarah hingga era kesultanan, yang menjadikannya kawasan dengan nilai sejarah yang sangat tinggi.