Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2024
Tahun penetapan : 2024
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : GC8H+5M, Kp. Blang, Kec. Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh
Latitude : 5.51613825155107
Longitude : 95.43677506553671
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Negara
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Tgk. Syeh Tuan Dilungkeung

Makam Teungku Syeh Tuan Dilungkeung di Gampong Blang, Blangbintang, Aceh Besar, adalah makam seorang ulama Aceh yang berjasa dalam penyebaran agama Islam. Sejarahnya mencakup peran pentingnya di masa lalu dan kondisi makam yang telah mengalami perbaikan untuk menjadi cagar budaya dan tempat ziarah.  Beliau dikenal sebagai seorang ulama Aceh yang memiliki jasa besar.Karakteristik "Dilungkeung" kemungkinan mengacu pada suatu tempat atau ciri khas yang terkait dengan sosoknya. Makam ini dulu menjadi tempat ramai untuk beristirahat, pengajian, dan mandi di sumur-sumur sekitar yang airnya tidak pernah habis. Dulu, area makam sangat luas dengan banyak sumur yang sudah ditimbun.Pada tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar membangun balai permanen untuk kenyamanan peziarah.Pemerintah juga memperbaiki fasilitas seperti MCK dan memagari area makam. Makam ini sedang diupayakan menjadi cagar budaya dan telah mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Lanud SIM yang membantu merawatnya. Masyarakat diharapkan menjaga dan melestarikan makam ini sebagai warisan leluhur dan ulama.Terdapat saran untuk membuat prasasti atau monumen yang berisi riwayat hidup dan perjuangan Teungku Syeh Tuan Dilungkeung untuk lebih melestarikan sejarahnya. Dahulu banyak orang yang mengunjungi makam ini uantuk membuat kenduri blang (Sawah) sebagai rasa syukur kepada Allah.