Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : CCV5+96V, Tumbo Baro, Kec. Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23373
Latitude : 5.4436563908743905
Longitude : 95.41594828821754
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Kampung
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Sultan Alaidin Mahmudsyah

Sultan Alaidin Mahmud Syah yang ke IV Pemerintahan tahun 1870-1874 M. Makam Sultan Mahmudsyah bin Alauddin (abad ke-15 Masehi) terletak di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Lokasi ini merupakan bukti sejarah penting yang menunjukkan keberadaan kesultanan Islam awal di Aceh.  Makam kuno ini menjadi saksi bisu awal mula peradaban Islam di Aceh, terutama dari kalangan bangsawan yang berasal dari keturunan Bugis. Sultan Mahmudsyah yang dimakamkan di sini diduga adalah salah satu penguasa awal di kawasan Aceh. Informasi mengenai sosoknya tidak sebanyak sultan-sultan Aceh pada masa kejayaan. Gelar "bin Alauddin" menunjukkan bahwa ia merupakan putra dari seorang raja bernama Alauddin. Situs cagar budaya: Makam Sultan Mahmudsyah bin Alauddin telah terdaftar sebagai objek cagar budaya (ODCB) di bawah otoritas pemerintah Aceh. Hal ini memastikan kelestarian makam dan menjadikannya sebagai warisan sejarah yang dilindungi. Artefak bersejarah: Pada situs ini, sering kali ditemukan nisan-nisan kuno yang menjadi bukti keberadaan kerajaan Islam di Aceh pada abad ke-15. Nisan ini memiliki ukiran-ukiran kaligrafi dan ornamen khas, yang mencerminkan pengaruh Islam dan seni ukir pada masa itu.