Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2011
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2011
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Tengah
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : JVW4+47X, Jongok Bathin, Kec. Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh 24471
Latitude : 4.645525804286206
Longitude : 96.86570022406313
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemda
Nama pemilik : Pemda
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Loyang Ujung Karang

Loyang Ujung Karang, yang terletak di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, memiliki sejarah arkeologi penting yang ditandai dengan penemuan kerangka manusia prasejarah berusia ribuan tahun. Penemuan ini merupakan hasil penelitian oleh Balai Arkeologi Medan dan menunjukkan bahwa area tersebut merupakan tempat tinggal manusia purba selama periode Neolitikum, dengan usia salah satu kerangka diperkirakan sekitar 7.400 tahun yang lalu.  Berdasarkan hasil penelitian arkeologi, Loyang Ujung Karang di Aceh Tengah merupakan salah satu situs prasejarah penting yang mengungkapkan sejarah peradaban awal nenek moyang suku Gayo. Dalam bahasa Gayo, kata "loyang" berarti gua.  Satu kerangka yang ditemukan di Loyang Ujung Karang dan Loyang Mendale diperkirakan berusia sekitar 7.400 tahun, yang menunjukkan aktivitas manusia pada zaman Neolitikum. Kerangka lain diperkirakan berusia 5.000 hingga 2.000 tahun sebelum masehi. Penemuan ini terjadi saat tim dari Balai Arkeologi Medan melakukan penelitian dan penggalian di area Gua Loyang Mendale dan Ujung Karang. Penentuan usia kerangka dilakukan melalui analisis karbon di beberapa sampel untuk memperkirakan tahun penemuannya.  Temuan ini memberikan bukti penting tentang keberadaan dan kehidupan manusia purba di wilayah Aceh Tengah, khususnya di sekitar Takengon.Penemuan kerangka manusia prasejarah ini membuka wawasan tentang sejarah panjang permukiman di daerah tersebut sebelum era modern.  Berikut adalah poin-poin penting dalam sejarah Loyang Ujung Karang , Pada tahun 2009, ditemukan kerangka manusia prasejarah yang diperkirakan berusia sekitar 4.400 tahun di Loyang Ujung Karang. Penemuan ini memberikan bukti kuat mengenai kehidupan manusia purba di Dataran Tinggi Gayo.Uji DNA terhadap kerangka manusia prasejarah dari Loyang Ujung Karang dan Loyang Mendale menunjukkan kecocokan dengan DNA masyarakat Gayo modern. Hal ini menguatkan teori bahwa mereka adalah nenek moyang langsung dari orang-orang Gayo yang mendiami wilayah tersebut saat ini. Analisis stratigrafi menunjukkan bahwa Loyang Ujung Karang telah dihuni oleh manusia secara terus-menerus sejak sekitar 4400 BP hingga 200 BP. Selain sebagai tempat tinggal, gua ini juga digunakan sebagai lokasi penguburan. Berbagai temuan arkeologi, seperti gerabah, anyaman rotan, dan fragmen keramik, menunjukkan keberlanjutan pemanfaatan gua ini oleh manusia purba. Penelitian juga mengungkapkan adanya jeda dalam pemanfaatan gua sekitar 2590 BP, yang diduga disebabkan oleh banjir karena naiknya permukaan Danau Lut Tawar. Gua ini kemudian kembali digunakan sebagai tempat penguburan pada masa-masa berikutnya. Loyang Ujung Karang, bersama dengan Loyang Mendale, menjadi situs wisata arkeologi yang menarik di Aceh Tengah. Situs ini menawarkan wawasan tentang sejarah perkembangan peradaban manusia di Nusantara.