Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2015
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2015
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Utara
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 458M+RMR, Mns Beunot, Kec. Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, Aceh
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 180 M2

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemda Aceh Utara
Nama pemilik : Pemda Aceh Utara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Tugu Cot Plieng

Kompleks makam "para raja syuhada" Cot Plieng merujuk pada makam para pejuang yang gugur dalam pertempuran melawan tentara Jepang di Cot Plieng, Aceh Utara, yang dipimpin oleh Tgk. Abdul Djalil. Kompleks ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai situs makam para syuhada, termasuk Tgk. Abdul Djalil dan 12 pengikutnya yang gugur pada 9 November 1942.   Rakyat Aceh di bawah pimpinan Tgk. Abdul Djalil melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang yang bertindak semena-mena dan memberlakukan kerja paksa (romusha). Tgk. Abdul Djalil mendirikan dayah (pesantren) di Cot Plieng dan menjadi pusat perlawanan. Pada 9 November 1942, pertempuran hebat terjadi di Blang Buloh, di mana Tgk. Abdul Djalil gugur akibat terkena granat, diikuti oleh 12 pengikutnya.  Pada tahun 1950-an, masyarakat Blang Buloh mengumpulkan dana secara swadaya untuk membuat tugu di lokasi syahid Tgk. Abdul Djalil dan memugar makam 12 pengikutnya. Situs sejarah ini sempat tidak terawat dan ditumbuhi semak belukar, namun tugu dan makam tersebut diakui oleh Pemerintah Aceh Utara sebagai aset penting untuk sejarah. Situs ini menjadi pengingat penting akan keberanian rakyat Aceh dalam melawan penjajahan Jepang. Komplek Tugu Cot Plieng adalah monumen bersejarah yang berlokasi di Gampong Beunot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, yang memperingati perjuangan dan kesyahidan Teuku Abdul Jalil (Tgk Di Cot Plieng) dan 12 pengikutnya saat melawan tentara Jepang pada tahun 1942. Monumen ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat untuk mengenang perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajahan Jepang, terutama karena tindakan sewenang-wenang tentara Jepang yang tidak menghormati umat Islam.  Lokasi Komplek Tugu Cot Plieng Gampong Beunot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.  Merupakan lokasi perjuangan dan gugurnya Teuku Abdul Jalil dan pengikutnya dalam pertempuran melawan Jepang pada 1942. Diprakarsai oleh Teuku Abdul Jalil yang merupakan ulama dan pemimpin pesantren di Cot Plieng yang menentang kebijakan Jepang seperti romusha dan larangan Seikerei. Tugu dan makam para pejuang dibangun oleh masyarakat pada tahun 1950-an, namun sempat tidak terawat.  Menjadi simbol penting perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajahan Jepang. Merupakan aset sejarah yang berharga untuk generasi sekarang dan mendatang.