Loading

Komplek Makam Tuan Maqdum (Sayed Muhammad Ibnu Sayed Al -Kadir)

No. Reg. SK Walikota Banda Aceh Nomor 556 Tahun 2020 Tanggal 10 Nov 2020 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2020
Tahun penetapan : 2020
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : G7QW+52J, Bitai, Kec. Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Aceh 23232
Latitude : 5.538476459891341
Longitude : 95.31063585027675
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 90 m²

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Disdikbud Kota Banda Aceh
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Tuan Maqdum (Sayed Muhammad Ibnu Sayed Al -Kadir)

Situs Komplek Makam Tuan Maqdum (Sayed Muhammad Ibnu Sayed Al Kadir) merupakan komplek makam keluarga tokoh ulama Sayed Muhammad Ibnu Sayed Al Kadir. Hal lain terkait tokoh ini masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Namun berdasarkan keletakan situs berada di kawasan Krueng Neng yang dahulu merupakan bagian bandar Kerajaan Bandar Aceh Darussalam menunjukan kedudukan penting tokoh ini sebagai orang yang berkaitan dengan kehidupan perdagangan di masa kerajaan. Komplek makam Tuan Maqdum (Sayyid Muhammad Ibnu Sayed Al Kadir) adalah Komplek makam keluarga ulama penting di Aceh. Meski detail biografis mengenai Sayyid Muhammad Ibnu Sayed Al Kadir masih perlu ditelusuri lebih dalam, lokasi makam ini menunjukkan peranan signifikan tokoh tersebut.  Komplek makam ini berada di kawasan Krueng Neng, yang pada masa Kerajaan Bandar Aceh Darussalam merupakan salah satu bandar (pelabuhan) utama. Hal ini menunjukkan bahwa Sayyid Muhammad Ibnu Sayed Al Kadir kemungkinan memiliki kedudukan yang sangat penting terkait kehidupan perdagangan di masa kerajaan. Komplek ini bukan hanya berisi makam Tuan Maqdum, tetapi juga merupakan area pemakaman keluarga beliau. Di dalam Komplek makam ini, terdapat sekitar 59 buah makam. Ukuran nisan bervariasi, namun ada satu nisan yang menonjol dan berukuran lebih besar, yang kemungkinan adalah nisan Tuan Maqdum sendiri.  Sebagai situs cagar budaya, Komplek makam ini menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu di Aceh dan berfungsi sebagai pengingat akan jejak sejarah Islam yang kaya di wilayah tersebut.