Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2022
Tahun penetapan : 2022
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Tuan Di pakeh, Desa Punge Blang Cut Kec. Jaya Baru
Latitude : 5.545680684599933
Longitude : 95.32109022752964
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Wakaf Gampong
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Tuan Faqih (Tuan Dipakeh)

Makam Tuan Faqih (Tuan Dipakeh) di Banda Aceh adalah makam seorang hulubalang dan ulama besar dari abad ke-17 hingga ke-18 yang bernama asli Tengku Dipakeh. Ia adalah seorang pejuang dan penyebar Islam yang terpaksa hijrah ke Banda Aceh karena pengusiran dari Belanda. Nama "Dipakeh" merupakan gelar yang diberikan karena penguasaannya yang mendalam akan ilmu fiqih.  Berasal dari Pidie, tetapi kemudian hijrah ke Banda Aceh.Seorang hulubalang (prajurit) dan ulama besar yang hidup antara abad ke-17 dan ke-18. Memimpin perang pada masa Kerajaan Aceh dan menyebarkan ajaran Islam. Dikenal sebagai Tuan Dipakeh, yang berasal dari kata "fiqih" karena keilmuannya di bidang tersebut.  Terletak di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Terdapat 4 makam di kompleks ini; 3 makam memiliki nisan yang terawat dan utuh, sedangkan satu makam tidak memiliki nisan.  Komplek Makam Terletak di jalan Tuan Dipakeh Gampong Punge Blang Cut Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh. Jumlah makam yang ada di komplek situs ini berjumlah 4 makam namun hanya 3 makam yang mempunyai nisan dalam keadaan terawat dan utuh sedangkan 1 makam lagi tidak mempunyai batu nisan. Nisan pada Makam Tuan Dipakeh mengikuti gaya Kesultanan Aceh Darussalam yang diperkirakan abad ke 16 dan 17 dengan 3 jenis tipe yaitu tipe Pipih bersayap, tipe pipih menonjol keatas dan tipe pipih berbentuk bahu. Menurut pengakuan Juru Pelihara, Beliau merupakan seorang ulama ahli Fiqih (Pakeh). Komplek Makam ini sering di ziarah oleh masyarakat luar seperti dari Meulaboh bahkan dari Provinsi Jambi. Komplek Makam Tuan Dipakeh memiliki luar Area : 112,5 m², Luas Zona Inti : 32 m², Panjang : 8 m dan Lebar : 4 m