Loading

Komplek Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir / Komplek Makam Jamaloi

No. Reg. SK Walikota Banda Aceh Nomor 647 Tahun 2019 Tanggal 02 Des 2019 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2019
Tahun penetapan : 2019
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Muhammad Jam, Gampong Baro Kec. Baiturrahman
Latitude : 5.552248208151522
Longitude : 95.30947775541925
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 2 X 3 m

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Negara
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir / Komplek Makam Jamaloi

Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Disebut Juga Sultan Jamaloy Naik Tahta Tahun 1704 M. Beliau adalah putra dari Sultan Badrul Alam Syarif Hasyim Jamaluddin Keturunan Arab. Sejak beliau memerintah, Penduduk Hidup makmur aman dan sentosa oleh karenanya Kepemimpinan Sultan Jamaloy tidak disenangi oleh Panglima Sagi. Makam Sultan Jamalul Alam Sultan Aceh Darussalam berdarah Arab berkuasa pada tahun 1703 setelah Dinasti Sultanah, maka naiklah Dinasti Arab. Sultan Jamalul Alam naik tahta pada akhir Tahun 1703. Sultan Jamalul Alam menggunakan 1.000 orang Kafiri (Habasyah) yang non Islam sebagai pelayannya karna kelakuan orang Kafiri selalu menyengsarakan rakyat, para Panglima Sagi yang tidak puas berontak. Sultan Jamalul Alam kalah dan melarikan diri ke Pidie tahun 1726. Sultan Jamalul Alam Badrul Munir, yang juga dikenal sebagai Poteu Jeumaloy, terletak di Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Makam ini adalah tempat peristirahatan Sultan Aceh ke-22 yang memimpin Kesultanan Aceh pada awal abad ke-18.  Sultan Jamalul Alam Badrul Munir memerintah Aceh dari tahun 1703 hingga digulingkan pada tahun 1726 karena konflik internal istana.Ia adalah putra dari Sultan Badrul Alam Syarif Hasyim Jamaluddin, keturunan Arab. Selama masa pemerintahannya, Kesultanan Aceh mengalami kemakmuran, perdagangan berkembang pesat, dan hubungan dengan negara-negara Barat terjalin. Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan dekat dengan rakyat. Setelah digulingkan, ia mengasingkan diri ke Pidie dan meninggal pada tahun 1736.  Makam ini berada di Jalan Muhammad Jam, tepat di belakang Bakso Hendra Hendri, dan tidak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman. Beberapa laporan pada tahun-tahun terakhir menyoroti kondisi situs makam yang memprihatinkan, seperti terjepit di antara bangunan dan kurang terawat. Hal ini memicu permintaan dari berbagai pihak agar pemerintah setempat melakukan revitalisasi dan pelestarian situs bersejarah tersebut. Masyarakat dan keturunan sultan berharap situs ini dilestarikan sebagai bagian penting dari sejarah Kerajaan Aceh. Salah satu usulan bahkan mengusulkan pengembalian nama Jalan Muhammad Jam menjadi Jalan Sultan Jamalul Alam Badrul Munir.