Loading

Komplek Makam Batee Balee

No. Reg. PO2015111500412 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2015
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2015
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Utara
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 46PC+G7P, Krueng Baro Blang Me, Kec. Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Aceh
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 948 M2

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemda Aceh Utara
Nama pemilik : Pemda Aceh Utara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Batee Balee

Kompleks Makam Batee Balee di Aceh Utara adalah situs sejarah penting yang menjadi peristirahatan terakhir para sultan dari Kerajaan Samudera Pasai, kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara abad ke-13 hingga ke-15. Kompleks ini menjadi saksi bisu perkembangan Islam di Nusantara dan menyimpan makam tokoh-tokoh penting seperti Sultan Shalahuddin, Abu Zaid Ahmad, dan Tuhan Perbu.  Makam Batee Balee terletak di Desa Meucat, Kecamatan Samudera, yang merupakan pusat Kerajaan Samudera Pasai. Kompleks ini menjadi bukti sejarah kerajaan Islam pertama di Nusantara.  Situs ini merupakan makam para sultan dan keluarga kerajaan Samudera Pasai. Beberapa nama yang tercantum di mata uang dirham peninggalan kerajaan tersebut antara lain Sultan Shalahuddin, Abu Zaid Ahmad, dan Mu'izzuddunya Waddin Ahmad. Salah satu tokoh utama yang dimakamkan di sini adalah Tuhan Perbu, yang mangkat pada tahun 1444 M. Penemuan makam-makam ini, termasuk Makam Sultan Malik Al-Saleh (Meurah Silu) yang bertahun 1297 M, menjadi bukti penting masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-13.  Kompleks makam ini berada di Desa Meucat, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Lokasinya berada dekat dengan reruntuhan bangunan pusat kerajaan Samudera Pasai, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe.