Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2011
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Pidie
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 9WJ9+3HM, Ujong Langgo, Kec. Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh 24151
Latitude : 5.380426472126042
Longitude : 95.9194109552948
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Wakaf
Nama pemilik : Wakaf
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Awe Geutah

Kompleks makam Awe Geutah di Pidie adalah tempat pemakaman yang dipercaya sebagai lokasi peristirahatan murid dari ulama terkenal Aceh, Syekh Abdur Rahim Al-Asyi (Teungku Chik Awe Geutah). Kompleks ini berisi enam nisan dari abad ke-16 dan 17, namun identitas tokoh utamanya tidak dapat dipastikan dari batu nisan yang ada, meskipun ada kaligrafi tauhid yang terbaca.  Kompleks makam ini berlokasi di Gampong Ujong Langgo, Pidie, dan dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai makam salah satu murid Teungku Chik Awe Geutah yang berasal dari Bireuen.  Makam ini tidak secara pasti dapat diidentifikasi sebagai makam Teungku Chik Awe Geutah sendiri. Beliau adalah seorang ulama yang berasal dari Irak dan datang ke Aceh pada masa Sultan Ali Mughayat Syah, sebelum akhirnya menetap di Desa Awe Geutah dan dimakamkan di sana.  Kompleks makam ini memiliki enam nisan, tiga di antaranya masih utuh dan tiga lainnya rusak. Batu nisan tersebut merupakan peninggalan dari Kesultanan Aceh pada abad ke-16 dan 17.  Bentuk nisan umumnya persegi panjang, buncarnc (bersayap), dan pipih segi empat. Kaligrafi, termasuk kalimat tauhid "La Ilaha illallah Muhammadar Rasulluah," menghiasi beberapa bagian nisan, tetapi deskripsi yang lebih lengkap tidak dapat dibaca sepenuhnya.