Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : 1973
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2023
Tahun penetapan : 2024
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : CF7F+RW4 Gp, Manggra, Kec. Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23363
Latitude : 5.413815428211108
Longitude : 95.48442853638873
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Milik Negara
Nama pemilik : Milik Negara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komp. Makam Tgk. Chik Ditiro

Tgk. Chik Ditiro Seorang pahlawan Nasional, pada masa perang kolonial Belanda beliau diangkat sebagai panglima perang pada abad XVII M. Ketika Belanda menduduki daerah Aceh, Teungku Chik Di Tiro berperan memimpin para pejuang di Aceh. Dia bersama pasukannya berhasil merebut benteng-benteng Belanda di Lam Baro, Aneuk Galong. Teungku Chik Di Tiro juga rela mengorbankan harta, benda, serta kedudukannya demi kemerdekaan bangsa. Teungku Chik Di Tiro, yang bernama asli Muhammad Saman (1836 – 21 Januari 1891), adalah seorang ulama dan pahlawan nasional Indonesia dari Aceh yang memimpin perjuangan gerilya melawan penjajahan Belanda pada abad ke-19. Beliau adalah seorang ulama besar yang menggerakkan semangat jihad di kalangan masyarakat Aceh untuk melawan penjajah Belanda.  Tgk Chik Di Tiro diangkat sebagai panglima perang sabil oleh masyarakat Aceh ketika Belanda mulai menduduki wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh.Beliau memimpin pasukan gerilya dengan taktik perang yang efektif, berhasil merebut benteng-benteng Belanda di beberapa lokasi seperti Lam Baro dan Aneuk Galong.Beliau rela mengorbankan harta, benda, dan kedudukannya demi kemerdekaan bangsa dan tegaknya agama.Tgk Chik Di Tiro menjadi salah satu tokoh yang paling ditakuti oleh pihak Belanda karena kepemimpinan dan pengaruhnya yang kuat dalam Perang Aceh.  Tgk Chik Di Tiro wafat pada tanggal 21 Januari 1891. Menurut beberapa sumber sejarah, beliau gugur karena diracun oleh pengkhianat bangsa yang bekerja sama dengan Belanda.  Atas jasa-jasa dan perjuangannya, Teungku Chik Di Tiro dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 087/TK/Tahun 1973 pada tanggal 6 November 1973. Kisah perjuangannya tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus di Aceh dan Indonesia.