| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 13 December 2023 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 13 December 2023 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan - Perayaan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | Kabupaten Pidie Jaya |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Tueng Dara Baro
Secara bahasa upacara Tueng Dara Baro bermakna penjemputan atau penerimaan pengantin perempuan (dara baro) di lingkungan keluarga pengantin laki-laki (linto baro). Tueng Dara Baro dilakukan pada waktu siang hari. Romongan dara baro terdiri dari kaum hawa yang membawa idang peunajoh. Idang peunajoh merupakan balasan idang peuneuwoe linto baro. Di pintu gerbang rumah linto baro, dara baro disambut dengan shalawat dan seumapa. Rombongan dara baro dijemput pemuka wanita dan melakukan tuka ranub bate. Sebelum dara baro naik atau masuk ke rumah, pihak keluarga linto baro turun atau keluar dengan membawa kendi berisi air. Kendi diserahkan kepada dara baro untuk dibawa masuk atau naik kerumah. Dipintu rumah, pemangku adat perempuan melakukan seupreuk breueh pade kepada dara baro kemudian dicu ci kakinya, lalu dibimbing ke pelaminan oleh peunganyo. Linto baro menjemput dara baro untuk bersanding dipelaminan kemudian pemangku adat melaksanakan acara pesijuk kedua mempelai. Setelah acara bersanding dan makan, dilaksanakan acara peuetujoh. Peuetujoh mengikuti tradisi peuetujoh pada acara intat linto baro. Setelah acara peuetujoh, dara baro melaksanakan acara lhuek umpang breuh dan uempang sira. Pada saat dara baro pulang kerumahnya, mertua menyerahkan beberapa bawaan sebagai pemberian yang disebut peunulang.