| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 25 November 2024 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 25 November 2024 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan - Perayaan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | Kabupaten Pidie Jaya |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Tanom Adoe
Prosesi pelaksanaan tanom adoe yaitu setelah bayi lahir maka adoe ikut keluar, setelah keluar dari mulut rahim tali pusar segera dipotong dan dikuburkan oleh keluarga bayi. Adoe (ari-ari bayi) dimasukkan kedalam sebuah periuk yang bersih dibumbui dengan aneka bunga dan wangi-wangian untuk dikuburkan. Adoe setelah dibersihkan dimasukan kedalam periuk tanah yang bawahnya dilubangi. Periuk tanah tersebut dibubuhi zat asam garam atau abu dapur dan rempah-rempah seperti bawang putih, kunyit, cabai, abee dhapu lalu dibungkus. Selanjutnya adoe dari bayi laki-laki ditanam di bawah cucuran atap, sedang adoe bayi perempuan ditanam di bawah tangga atau tempat lain. Penanaman adoe harus menghadap kiblat dan ditanam paling dalam 20 (dua puluh) cm. Sebelum ditutup dengan tanah terlebih dahulu adoe diberi petuah berupa doa dan perkataan baik lainnya, kemudian disusul dengan tutupan galian tanah dan pembakaran tapeeh. Makna dari tradisi tanom adoe adalah sebagai bentuk wujud syukur manusia dalam memuliakan anggota tubuh, serta rasa terima kasih orang tua bayi kepada adoe yang sudah berperan penting selama bayi berada di dalam janin, hingga dengan proses persalinan. Terlaksananya tradisi ini juga merupakan pelestarian tata krama yang telah dibentuk oleh nenek moyang terdahulu berlandaskan dengan keyakinan dan melestarikan adat istiadat Pidie Jaya yang sudah diwariskan secara turun temurun kepada masyarakatnya. Dampak dari tanom adoe adalah menjaga bayi dari hal buruk semasa bayi hingga beranjak dewasa baik itu dampak baik maupun dampak buruk lainnya. Dampak ini diperoleh melalui cara dikuburkan. Sering kali bayi menangis ataupun tertawa sendiri dipercaya disebabkan oleh adoe. Pengaruh adoe tidak hanya pada masa bayi saja tetapi juga saat dewasa mempengaruhi perangainya. Dengan adanya tradisi ini kekayaan tradisi dari daerah semakin terlestarikan dengan baik. Sedangkan dampak buruknya jika adoe tidak dikuburkan dengan baik maka akan membuat bayi menangis atau rentan penyakit lainnya disebabkan penguburan tidak dengan cara yang benar.