| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 09 July 2024 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 09 July 2024 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Seni Pertunjukan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | - |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Serune Kale
Serune kale merupakan salah satu alat musik tiup yang sangat populer di Aceh.Alat tiup ini sudah lama berkembang di Aceh,terutama di Pidie sehingga ada yang menyebutkan bahwa kata kale merujuk pada salah satu nama Daerah di Pidie.Serune kale juga merupakan salah satu jenis serunai tersebar dalam masyarakat melayu sehingga ia tidak hanya digunakan oleh masyarakat di Aceh, tetapi juga beberapa daerah lain, seperti sumatera barat. Orang-orang mengenai Serune Kalee sebagai alat musik yang dimainkan bersama dengan Rapai dan Gendang pada acara-acara hiburan, tarian, penyambutan tamu kehormatan. Pemain Serune Kalee terdiri dari satu orang peniup serune, satu orang pemukul gendang dan tiga orang pemukul rapai, yang semuanya mengenakan pakaian adat Aceh. Beberapa daerah yang kerap menggunakan Serune Kalee sebagai alat musik tradisional adalah di daerah Pidie. Serune Kalee terbuat dari kayu, di mana kayu yang dipilih sebagai bahan dasarnya adalah yang memiliki karakter kuat dan keras, sekaligus ringan. Sebelum dibuat, kayu tersebut terlebih dahulu direndam selama tiga bulan. Setelah fase perendaman selesai, selanjutnya kayu pangkas hingga tersisa bagian yang disebut sebagai ‘hati kayu’. Hati kayu tersebutkah yang kemudian di bor dan dibubut untuk membentuk lobang dengan diameter sekitar 2 cm. Setelah tercipta rongga, selanjutnya adalah tahap membuat lubang-lubang nada, yakni 6 lubang di bagian muka-atas sebagai interval nada, dan 1 lubang di bawah sebagai syarat terciptanya suara khas dari Serune Kalee.