| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 24 November 2024 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 24 November 2025 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Keterampilan / Kemahiran dan Kerajinan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | - |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Rencong Meucugek
Rencong meucugek adalah rencong yang menggunakan gagang melengkung 90 derajat (cugek) sehingga membentuk siku-siku. Gagang itu melengkung ke belakang mata rencong sepanjang 8-10 cm. Rencong jenis ini digunakan dalam medan laga pada waktu pertarungan satu lawan satu. Masyarakat Aceh sudah menggunakan senjata jenis ini sejak peperangan melawan penjajah. Cugek pada senjata ini dimaksudkan untuk lebih memudahkan seseorang untuk menyergap dan menikam lawan dan mencabutnya kembali dengan mudah. Oleh karena itu, fungsi cugek adalah untuk menahan genggaman tangan pada rencong agar tidak terlepas. Keahlian utama dari Meucugek adalah sebagai senjata tajam yang digunakan untuk melawan musuh. Senjata ini dapat terbuat dari dua jenis bahan, yaitu besi dan baja, dengan pegangan yang dirancang untuk memberikan genggaman yang kuat bagi penggunanya. Keunikan Meucugek adalah adanya perekat pada pegangan, yang berfungsi mempermudah pengguna saat menikam musuh atau lawan. Dalam bahasa Indonesia, cugek sering diartikan sebagai “lengkungan”. Jadi, rencong meucugek adalah rencong yang melengkung pada bagian sumbunya. Rencong jenis ini terkenal paling ampuh bagi masyarakat Aceh. Gagang dan sarung rencong meucugek ada yang terbuat dari gading ada pula yang terbuat dari tanduk kerbau. Bahan Baku Pembuatan Senjata: - Besi - Baja Fungsi Senjata: Bertahan dan Menyerang Lokasi Sentra Pembuatan Senjata: Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kecamatan Suka Makmur, Gampong Baet Lamphout