Loading

Informasi OPK

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 13 March 2026
Tahun verifikasi dan validasi : 12 February 2026
Entitas kebudayaan : OPK
Kategori : Seni Pertunjukan

Detail OPK

Etnis : Aceh

Alamat OPK

Kabupaten/Kota : Kota Lhokseumawe
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Alamat : -

Deskripsi Singkat

WBTb

Nama Lainnya : Rapai Uroeh

Aceh, sebuah provinsi di ujung barat Pulau Sumatera, kaya akan warisan budaya tak benda yang mendalam, salah satunya adalah kesenian musik tradisional Rapai. Di antara berbagai jenis Rapai seperti Rapai Geleng dan Rapai Dabus, Rapai Uroeh menempati posisi yang unik dan sakral, khususnya di wilayah pesisir timur Aceh, termasuk Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara (bekas wilayah Kerajaan Samudera Pasai). Pentingnya Rapai Uroeh dalam budaya Aceh dapat dilihat dari beberapa perspektif: 1) Akar Sejarah dan Identitas Lokal Rapai Uroeh diyakini telah ada sejak masa Kerajaan Islam Samudera Pasai, berfungsi sebagai media hiburan rakyat dan sarana dakwah. Keberadaannya yang mengakar kuat pada peradaban Islam awal di Nusantara menjadikannya sebagai penanda identitas budaya yang menghubungkan masyarakat Aceh masa kini dengan sejarah leluhur mereka. 2) Fungsi Sosial dan Spiritual Lebih dari sekadar alat musik, Rapai Uroeh memiliki peran vital dalam berbagai upacara adat dan kegiatan sosial. Irama "uroeh" (gemuruh) yang khas, dihasilkan dari pukulan rapa’i, sering mengiringi pertunjukan yang mengandung nilai-nilai artistik, tradisi, dan bahkan aspek spiritual (seperti dalam beberapa pertunjukan ilmu kebal tradisional). Rapa’i Uroh di pimpin oleh seorang Kali dalam setiap pertujukannya. Kesenian ini mempererat ikatan komunal dan menjadi ekspresi kolektif masyarakat dalam merayakan kehidupan, menyambut tamu, atau memperingati hari besar. 3) Simbol Promosi Budaya Pemerintah dan institusi lokal telah mengakui potensi Rapai Uroeh sebagai ikon seni budaya daerah. Upaya promosi, seperti festival yang melibatkan ratusan penabuh, menunjukkan komitmen untuk memperkenalkan warisan ini kepada khalayak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. 4) Media Pewarisan Nilai Kesenian ini berfungsi sebagai jembatan untuk mentransfer norma, etika, dan kisah sejarah Aceh melalui syair dan lagu yang dilantunkan selama pertunjukan. Melestarikan Rapai Uroeh berarti menjaga "keunebah endatu" (warisan leluhur) dan memastikan nilai-nilai tersebut tetap hidup di tengah gempuran budaya modern.