Loading

Informasi OPK

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 01 December 2025
Tahun verifikasi dan validasi : 13 December 2023
Entitas kebudayaan : OPK
Kategori : Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan - Perayaan

Detail OPK

Etnis : Aceh

Alamat OPK

Kabupaten/Kota : Kabupaten Pidie Jaya
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Alamat : -

Deskripsi Singkat

WBTb

Nama Lainnya : Me Gateng

Prosesi mé gaténg atau mè bu kulah ialah membawa makanan kepada ibu hamil. Mé gaténg ini dilakukan oleh keluarga sang mempelai laki-laki (linto) suami dari mempelai wanita (dara Baro) yang sedang hamil. Prosesi ini khusus di lakukan pada saat kehamilan pertama dari pengantin wanita. Sudah menjadi kebiasaan disaat kehamilan yang pertama, pengantin wanita umum nya berada di rumah orang tuanya. Apalagi kalau usia kandungan sudah mencapai usia 7 bulan keatas, bisa jadi itu untuk mengurangi beban psikologis dan kekhawatiran sehingga lebih nyaman berada di samping ibu kandungnya ataupun keluarga besar mereka. Mendapatkan kehamilan yang pertama, tentunya itu merupakan kabar gembira bagi kedua keluarga. Ibu linto Baro (Mak tuan) pada saat mengetahui kabar bahwa mempelai wanita usia kandungannya sudah mencapai usia 7 bulan, segera mengumpulkan anggota keluarga lainnya dari pihak linto Baro untuk mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk prosesi mé gaténg (Bu kulah) bahan makanan tersebut terdiri dari ikan, daging, ayam panggang, dan burung panggang. Nasi dan lauknya itu dimasukkan dalam baki (talam) ditutup dengan tudung kemudian dibungkus. Selain itu juga di siapkan aneka kue-kue tradisional seperti, bolu (bhoi), halua, dodol dan meuseukat. Semua bahan-bahan tersebut nantinya akan di bawa bersama (Bu kulah) yang di bungkus daun pisang, dan lauk pauk lainnya. Selain itu tidak ketinggalan juga buah-buahan untuk (meurujak) serta beberapa perlengkapan bayi, sirih dan sedikit uang. Prosesi adat mee gaténg ini tentunya mempunyai makna yang sangat sakral dan mendalam sekali dalam menghasilkan proses kelahiran maupun pasca kelahiran nantinya. Penghormatan yang luar biasa kepada ibu hamil tersebut patut di lakukan, apalahi mengingat ibu hamil akan menyabung nyawa pertaruhan hidup dan mati untuk melahirkan dan Anak. Pengantar makanan atau mee gaténg ini khusus di lakukan oleh perempuan yang terdiri dari keluarga dan tetua perempuan dari Gampong (desa) linto. Rombongan pengantar makanan di sambut dan di bawa ke belakang (ruangan yang di tentukan) biasanya berada di belakang. Makanan yang di bawa di serahkan lalu di buka dan dimakan secara bersama-sama oleh keluarga mempelai wanita di ruang belakang (Seuramoe likot) Rombongan pengantar makanan menunggu di ruang tamu dan mencicipi makanan yang di sediakan oleh tuan rumah . Setelah makan, mempelai wanita Menjumpai pihak pengantar makanan untuk salam salaman dan melakukan proses penyerahan barang bawaan lainnya beserta uang kepada mempelai wanita. Usai penyerahan tersebut, maka selesaikan prosesi adat me bu atau me gateng.