Loading

Informasi OPK

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 13 March 2026
Tahun verifikasi dan validasi : 04 February 2026
Entitas kebudayaan : OPK
Kategori : Keterampilan / Kemahiran dan Kerajinan

Detail OPK

Etnis : Aceh

Alamat OPK

Kabupaten/Kota : Kabupaten Nagan Raya
Kecamatan : Suka Makmue
Desa/Gampong : Lueng Baro, Suka Makmue
Alamat : -

Deskripsi Singkat

WBTb

Nama Lainnya : Kue Karah

Kue karah (juga dikenal sebagai keukarah) adalah kue tradisional khas Aceh yang berbentuk seperti jaring atau sarang burung. Kue ini terbuat dari tepung beras dan santan, dengan rasa manis dan renyah. Kue karah sering disajikan dalam acara adat seperti pernikahan atau menjelang hari raya. Di Kabupaten Nagan Raya, Karah memiliki bentuk segitiga yang merupakan representasi dari 3 kerajaan di Nagan yaitu Beutong, Seunagan dan Seuneam. Selain itu, kue karah juga merupakan kue Tradisional yang memiliki ukuran baik dari Kecil (Karah) atau yang besar disebut Tapak (Karah Tapak) yang terinspirasi dari lambing telapak Gajah dan mewakili simbol kebesaran. • Bentuk: Kue karah berbentuk menyerupai jaring laba-laba atau sarang burung. • Rasa: Kue karah memiliki rasa manis dan renyah. • Bahan: Kue ini terbuat dari tepung beras dan santan. • Kegunaan: Kue karah sering digunakan sebagai hantaran dalam pernikahan atau sebagai oleh-oleh khas Aceh. Kue Karah merupakan simbol dari kekayaan adat dan budaya Masyarakat Aceh Khususnya di Kabupaten Nagan Raya. Dalam masyarakat Nagan raya, Kue Karah dikenal sebagai salah satu simbol kekerabatan dimana perannya sebagai salah satu bentuk kue yang selalu ada pada setiap prosesi kematian, kenduri dan upacara adat lainnya. Cara Pembuatan: Dalam wadah, campurkan tepung beras dan gula pasir, aduk rata. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga licin dan tidak menggerindil. Panaskan minyak yang banyak dalam wajan. Setelah minyak panas, kecilkan api. Tuang adonan keukarah ke dalam cetakan batok kelapa, masak dengan cara cetakan di angkat agak tinggi dari wajan, cetakan diputar² dan dipukul² bagian atasnya agar adonan keluar dengan sempurna, Masak hingga agak kokoh, setelah agak kokoh lipat dua / 3 sesuai bentuk yang diinginkan. Cara Dan Waktu Penyajian: cara penyajian di letakkan dalam talam dan waktu penyajiannya kematian, pesta perkawinan dan acara-acara adat lainnya. Bahan Baku Pembuatan: Tepung Beras, santan, gula, minyak goreng