Loading

Informasi OPK

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 23 January 2025
Tahun verifikasi dan validasi : 23 January 2025
Entitas kebudayaan : OPK
Kategori : Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan - Perayaan

Detail OPK

Etnis : -

Alamat OPK

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Alamat : -

Deskripsi Singkat

WBTb

Nama Lainnya : Khanduri Tambak

Khanduri neuheuen (kenduri tambak) dilakukan secara personal oleh pemilik tambak. Asal mula khanduri ini dipengaruhi oleh budaya hindu, namun seiring masuk Islam ke Aceh, maka unsur-unsur hindu dihilangkan. Khanduri ini dilakukan di tambak dua atau tiga hari sebelum panen. Biasanya dilakukan oleh petambak udang. Khanduri ini diawali dengan memotong dua ayam di daka (pintu air) tambak, satu ayam hitam satu ayam putih. Kedua ayam tersebut dimasak dan digoreng untuk disantap bersama. Pemilik tambak juga akan memasak nasi di rangkang (balai-balai di tambak), dimasak ie bu (bubur beras). Semua itu akan dimakan bersama setelah berdoa di balai-balai tambak. Pada kenduri ini juga diundang masyarakat sekitar tambak dan anak yatim di desa. Dulu, sebelum unsur hindu dihilankan, bagian-bagian penting dari ayam baik yang digoreng maupun yang dimasak akan dipisahkan dan dibungkus dengan daun pisang, begitu juga dengan nasi dan ie bu. Bungkusan-bungkusan kecil itu akan masukkan dalam pelepah pinang yang dibentuk seperti sampan untuk kemudian disangkutkan di pohong atau sebatang kayu di tengah tambak sebagai persembahan bagi mahkluk halus yang mendiami tambak. Karena lebih dekat dengan musyrik dan memuja mahkluk halus, maka pemberian sesajen ini dihilangkan dalam kenduri tambak. Semua makanan yang dimasak di tambak pada kenduri tersebut akan dimakan bersama setelah berdoa mengharap berkah kepada Allah Swt.