| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 23 January 2025 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 23 January 2025 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan - Perayaan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | Kabupaten Pidie Jaya |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Khanduri Siploh Muharram
Khanduri Siploh Muharram atau sepuluh Muharram sering juga disebut sebagai hari Asyura. Pelaksanaannya dilaksanakan pada siang hari 10 Muharram di meunasah meunasah maupun dirumah masing-masing. Khanduri ini disebut juga kenduri ie bu (bubur kanji) kerana bubur kanji yang dimasak di meunasah hari itu dibagi-bagikan kepada masyarakat kampung. Tradisi Bubur Asyura hanya dilakukan pada tanggal 10 bulan Muharam karena pada hari itulah yang disebut sebagai hari asyura. Dimana bulan tersebut merupakan bulan pertama di tahun Hijriah. Pelaksanaan tradisi ini didasarkan pada mempertahankan tradisi hari asyura yang dalam islam di kenal sebagai hari penting dan banyak kesunnahan yang dianjurkan dilakukan serta banyak fazilah dan mendapatkan balasan berupa pahala bagi yang mengerjakannya. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat bubur Asyura meliputi beras putih, beras ketan putih atau hitam, jagung manis, kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, kacang kuning, buah nangka, biji nangka, pisang, ubi ketela, ubi singkong, santan, gula, garam, daun pandan, serta sagu digonseng (berene). Cara memasak bubur Asyura yaitu, pertama buah (nangka, pisang, ketela, ubi) dikupas terlebih dulu dan kemudian dipotong-potong dadu, kemudian semua bahan-bahannya dicuci bersih. Selanjutnya beras, kacang-kacangan dan jagung direbus terlebih dulu hingga sedikit lunak, dan diberikan daun pandan. kemudian masukkan santan, pisang, ketela, ubi, biji nangka. Tunggu hingga mendidih dan tambahkan berene, nangka, garam, gula. Aduk hingga mendidih dan bubur Asyura siap disajikan.