Loading

Informasi OPK

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 01 December 2025
Tahun verifikasi dan validasi : 01 December 2025
Entitas kebudayaan : OPK
Kategori : Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan - Perayaan

Detail OPK

Etnis : Aceh

Alamat OPK

Kabupaten/Kota : Kota Sabang
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Alamat : -

Deskripsi Singkat

WBTb

Nama Lainnya : Khanduri Laot

Kota Sabang merupakan salah satu daerah yang memiliki keragamaan dari bidang adat istiadat dan kebudayaan. Khanduri laot merupakan salah satu kebudayaan yang masih dilestarikan di masyarakat Kota Sabang. Khanduri laot sendiri sudah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat Sabang. Namun, tidak diketahui secara pasti awal mulanya khanduri laot ini pertama kali di laksanakan. Khanduri laot ini sudah menjadi suatu keharusan dalam masyarakat Kota Sabang yang diadakan setahun sekali. Khanduri laot di Kota Sabang diadakan setiap tahun sekali dengan mengundang teungku imum untuk mendoakan agar para nelayan yang pergi kelaut diberi keselamatan dan juga rejeki yang berlimpah. Setelah itu teungku imum memberi peusijuk untuk kapal-kapal nelayan. Masyarakat Kota Sabang menyakini bahwa khanduri laot merupakan ritual yang wajib dilakukan dengan berbagai upaya agar membawa keselamatan dan rejeki kepada mereka Kenduri Laot atau sering disebut dengan Adat budaya meulaot merupakan tradisi masyarakat pesisir di Provinsi Aceh.Peringatan Kenduri Laot yang dilaksanakan pada setiap tahun salah satunya berfungsi untuk memperkuat eksistensi Lembaga Hukom Adat Panglima Laot.Kenduri Laot berkembang secara turun temurun pada masyarakat pesisir Aceh.Menurut sebagian masyarakat, asal muasal peringatan kenduri laot itu dilatarbelakangi dengan peristiwa karamnya kapal yang digunakan oleh seorang anak panglima yang pergi melaut pada jaman dahulu, namun anak panglima ini selamat.Seekor ikan lumba-lumba telah mendamparkannya ke pinggir pantai.Sebagai rasa syukur atas keselamatan anak panglima itu maka diadakanlah Kenduri Laot selama tujuh hari-tujuh malam.Peringatan itu kemudian berlangsung sampai sekarang. Khanduri Laot merupakan upacara menjelang musim timur atau ketika musim barat akan berakhir. Dahulu kenduri laot rutin dilaksanakan pada setiap desa pantai yang merupakan wilayah Panglima Laot, baik di lhok (teluk) maupun di kabupaten.Kenduri laot bagi masyarakat nelayan Aceh merupakan sebuah perwujudan hubungan antara manusia sebagai makhluk ciptaan dengan Sang penciptanya dan juga lingkungan sekitarnya dalam menghadapi lingkungan setempat. Khanduri laot pada awalnya untuk membangun satu potensi masyarakat supaya mereka bekerja dan berekonomi,seremoni tersebut dianggap sebagai sarana untuk memanggil orang agar berkumpul.lewat makan bersama, akan lebih mudah menyampaikan sesuatu dan melakukan pendekatan social Oleh karenanya mengingat adanya keunikan tersendiri yang terkandung dari makna Khanduri laot ini yang merupakan “pesta masyarakat nelayan, yang penuh nilai kearifan dan budaya” sudah sepatutnya dijaga kelestariannya, karena merupakan produk wisata budaya yang mahal nilainya terutama di bumi Aceh dan Sabang khususnya