| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 23 January 2025 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 23 January 2025 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan - Perayaan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | Kabupaten Pidie Jaya |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Khanduri Beureu’at
Tradisi masyarakat Aceh pada tanggal 15 Sya'ban atau Nisfu Sya'ban, yaitu membuat khanduri Beureuat. Khanduri ini dilaksanakan pada malam harinya setelah shalat Magrib atau Isya. Beureuat sendiri dilaksanakan di mesjid, meunasah, musalla, atau tempat pengajian. Kenduri ini dilaksanakan untuk mendapatkan keberkatan umur dari Allah Swt, karena diyakini pada malam tersebut Allah akan menentukan umur hamba untuk tahun berikutnya. Pada malam itu masyarakat akan membawa khanduri ke meunasah, khanduri itu akan dimakan setelah selesai shalat tasbih dan berdoa bersama. Khanduri ini juga dilakukan dengan ceramah yang disampaikan oleh Teungku Meunasah atau Teungku yang diundang dari daerah lain. Setelah selesai ceramah, para hadirin akan makan kenduri bersama yang dibawakan oleh masyarakat desa setempat. Beureuat sendiri, diduga berasal dari kata "Beureukat" yang berarti berkah. Dimana tujuan dari kenduri itu untuk memohon berkah pada Allah SWT. Konon, berdasarkan beberapa riwayat, pada malam Nisfu Sya'ban seluruh catatan amal manusia selama setahun yang lalu akan diangkat. Pada malam itu juga dibuatkan lembaran baru catatan amal. Di Pidie Jaya tradisi ini masih dilaksanakan. Hidangan paket kenduri disumbangkan oleh penduduk setempat yang memiliki kemudahan. Paket kenduri yang sudah dibungkus rapi dikeluarkan ke tempat Beureuat dilaksanakan. Satu paket hidangan kenduri biasanya cukup untuk dimakan 10 orang dewasa.