| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 23 October 2025 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 23 October 2025 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Seni Pertunjukan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | - |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Kesenian Meugrob
Aceh merupakan provinsi paling barat Indonesia yang mempunyai berbagai macam ragam seni budaya peninggalan Endatoe terdahulu. Seni-seni budaya itu hingga sekarang masih terjaga kelestariannya, seperti halnya sebuah kesenian yang terdapat di Kabupaten Pidie, yaitu Tarian Meugrob.Tarian Meugrob merupakan tarian yang gerakannya didominasi oleh gerakan kaki sehingga Tarian meugrob disebut seni hentakan kaki. Tarian Meugrob hingga sekarang belum diketahui secara jelas kapan pertama kali di lakukan dan siapa yang menggagasnya. Tarian Meugrob juga bisa dikatakan sebagai sebuah ritual keagamaan yang sudah menjadi budaya dan diekpresikan dalam bentuk seni gerak. Gerak-gerak tersebut diawali dengan posisi duduk dan di akhiri dengan posisi berdiri hingga berputar sambil meloncat–loncat diiringi dengan berzikir. Lebih jelasnya, Tarian Meugrob tersebut terdapat di Gampong Lueng Teuga, Kecamatan Glumpang Tiga. Tarian Meugrob dilakukan hanya pada setiap malam menyambut hari Raya Idul Fitri, biasanya di mainkan oleh 20 penari dan 2 orang Syeh (Radat). Meugrob sendiri dilakukan secara serentak dan kompak sehingga mengeluarkan suara hentakan kaki sebagai irama penggiring. Tarian Meugrob pada dasarnya hampir sama dengan Tarian Seudati, terutama pada syair yang digunakan. Di Pidie sendiri pernah terdapat sebuah seni tari yang menyerupai Meugrob, namanya Tarian Hasan-husen, tapi masyarakat banyak yang menyebutnya sebagai tarian San-Usen. Syair yang sering dibacakan dalam Tarian Meugrob di Gampong Pulo Lueng Teuga menggunakan syair-syair kekinian berupa shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta pesan-pesan Tauhid dan pesan moral. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam syair tarian Meugrob adalah berupa nilai keagamaan, nilai sosial dan nilai pendidikan. Oleh karena itu, orang terdahulu menciptakan tarian Meugrob untuk dijadikan sebagai media dalam menyampaikan ajaran kebaikan kepada masyarakat, berikut ini merupakan Syair Meugrop yang dilantunkan: Syair Arti Dengon bismillah yang awai phon, Diawali dengan dengan nama Allah, neutueng turoen ka nibak Nabi, yang diterima secara menurun dari Nabi, lon teung beureukat dengon faedah, saya menerima berkat dan faidah, dengan bismillah tanyoe mulai. dengan dengan Allah kita mulai. Tabeudeh deng ka nibak taduek Kita berdiri daripada duduk, Ate kusyuk didalam dada, dengan hati khusyuk di dalam dada, Ta mohon ampon kanibak tuhan, memohon ampun kepada Tuhan, Ngon nabi sajan talake doa. Bersama nabi kita memohon doa. Pada syair di atas menceritakan tentang nilai keagamaan, nilai ini nampak jelas pada lirik syair diatas, dimana ketika syekh dan para pemainnya mengawali tarian dengan menyebut kata bismillah serta memohon doa dalam syainya. Sebagaimana dijelaskan oleh bapak Syarbaini bahwa, dalam melakukan sesuatu perbuatan mulailah dengan kata bismillah dan doa agar mendapatkan berkah dan faidah serta dilancarkan segala urusan. Oleh karena itu, mereka melantunkan kata pujian kepada Allah diawal mulai tarian yang menunjukkan pentingnya melakukan sesuatu dengan mengingat Allah. Kemudian pada bait selanjutnya ketika syekh melantunkan bait syair Tabeudeh dong ka nibak taduk, semua peserta tarian berdiri dari kondisi jongkok, dalam syair tersebut menceritakan tentang dalam berdoa kepada Allah mesti dengan keadaan hati yang khusyuk dan dalam kita berdoa hendaklah menyebutkan pujian kepada Nabi agar Allah senantiasa dengan mudah mengabulkan doa bagi orang yang memohonnya. Syair Arti Pagee jandreng syuruga neubri, Kelak surga akan dikuniai, Sajan wali sama ambiya, bersama para wali dan ambiya, Soe yang baca kalimah islam, siapa yang baca kalimah Islam, Lam Donya nyoe kameu coaca. kelak di dunia akan berbahagia. Dalam syair ini menceritakan tentang kandungan nilai keagamaan, mengenai anjuran untuk senantiasa mengingat kepada Allah dengan membaca kalimah Islam untuk memuji Allah SWT, yang digambarkan dalam pembuka syair tarian Meugrob yaitu barang siapa yang senantiasa membaca kalimat Islam, menyebut nama-nama Allah atau memberikan pujian kepada Allah, baik dengan membaca kalimat istiqfar, syahadat, tasbih dan lainnya, maka kelak Allah akan mengaruniai tempat yang paling tinggi baginya yaitu surga. Syair Arti Nabi Muhammad ureung ceredik Nabi Muhammad orang yang cerdas, Habibul malik raja nanggroe syam kekasih Allah raja Negeri Syam Beudoh di gobnyan ka dengon rakyat Beliau datang bersama rakyatnya Raya that hajat masuk Islam karna besarnya niat masuk Agama Islam Neupeutren Rauhap saboh di bumoe, Diturunkan sebuah reuhap di bumi, Nabi geutanyoe neupeumulia, Nabi Muhammad dimuliakan, dua ploh lhee thon Nabi neumeuprang dua puluh tiga tahun Nabi berjihat, wafeut droe neuh nyan teudong agama. wafatnya Nabi agama Islam berjaya. Nabi Muhammad cukop that meugah Nabi Muhammad sangat dimulia di tanoh Mekkah yang haro-hara di Negeri Makkah yang huru-hara seubab neuminah Nabi di Mekkah karna Nabi hijrah ke Makkah katroeh peurintah nibak rabbana. telah datang perintah dari Allah. Buket tursina di Nanggroe Yaman bukit tursina di Negeri Yaman teumpat mainan Adam ngon Hawa tempat mainan Adam dan Siti Hawa bak teumpat Musa marit ngon Tuhan ditempat Musa berdoa kepada Allah nibak buket nyan teurimong sabda di bukit itulah Musa menerima sabda Dalam syair tarian Meugrob selain mengandung tentang nilai-nilai keagamaan, juga terkandung nilai-nilai sejarah, terutama mengenai tentang sejarah kenabian, sebagaimana dalam syair di atas menceritakan tentang Nabi Muhammad yang merupakan seorang kekasih Allah yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dan disegani layaknya seorang raja di Negeri Syam. Kedatangan Nabi ke Negeri Syam guna mengajak ummat untuk menuju ke jalan kebenaran. Dengan kecerdasan dan kemuliannya, sehingga membuat orang Negeri Syam senang dengan kedatangan beliau dan dengan mudah menerima ajaran Islam yang dibawanya. Dalam bait syair selanjutnya menceritakan tentang perjuangan Nabi dalam berjihat melawan kaum kafir untuk menegakkan Agama Islam. Nabi Muhammad berperang selama 23 tahun, ketika beliau wafat diturunkan sebuah reuhap di bumi, dan seluruh ummat Islam disetiap kalangan memuliainya karena kebaikannya, perjuangannya dan sifatnya sehingga setelah wafatnya Nabi berdirilah Agama Islam hingga saat ini. Adapun reuhap merupakan sebuah penghormatan terakhir serta doa yang dipanjatkan untuk orang yang meninggal dunia agar memperoleh ketenangan dan kebahagian di alam sana. Dalam syair berikutnya juga menceritakan tentang sejarah Nabi yaitu, Nabi Muhammad merupakan sosok yang sangat mulia di kota Makkah tempat kelahirannya. Disisi lain tatkala Nabi menyebarkan Islam di tanah kelahirannya, beliau beserta para pengikutnya mendapatkan kejaman dan siksaan oleh kaum Kafir Quraisy sehingga Nabi mendapatkan perintah dari Allah untuk berhijrah ke Kota Madinah bersama para sahabat dan pengikutnya. Bait syiar berikutnya menceritakan tentang sejarah Islam yaitu sebuah bukit tursina yang terletak di Negeri Yaman, merupakan tempat mainan Nabi Adam dan Siti Hawa. Di bukit Tursina Nabi Musa berdoa kepada Allah karena sangat rindu untuk melihat wajah Rabbnya dan di bukit Tursina Nabi Musa menerima perintah dari Allah. Syair Arti Nabi Ismail neupeudong ka’bah Nabi Ismail membangun Ka’bah Dua ngon ayah Ibrahima bersama ayah Nabi Ibrahim Ka’bah nuepeudong di tanoh mekkah ka’bah dibangun di Kota Makkah Tempat ibadah keu mukmin dumna tempat ibadah seluruh kaum mukmin Dalam meuseujid nasaboh kande Dalam masjid ada sebuah lampu Cahaya meu ble-ble ban sie seulingka cahayanya terang menerangi sekitarnya, Kande meugantung kon dengon taloe ia tidak tergantung dengan tali, Meugantung keudroe tuhan karonya ia tergantung dengan kehendak Tuhannya Kubu Nabi na di Madinah Kuburan Nabi terletak di Madinah Ureung jak ziarah meuribee lasa beribu masa jamaah datang berziarah Tieb bulen haji jak pubuet rukon setiap bulan haji menunaikan rukun Islam Meu anjong-anjong jak saweu teuma berbondong orang datang mengunjunginya Dalam bait syair di atas menceritakan tentang sejarah Nabi Ibrahim bersama anaknya Nabi Ismail dalam membangun dan menyempurnakan tempat ibadah kaum mukmin di Kota Makkah yaitu Ka’bah. Sesudah Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail dalam menyempurnakannya, kemudian datang perintah dari Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyeru kepada manusia agar menunaikan ibadah haji dan mengunjungi baitullah dengan berjalan kaki bagi mereka yang dekat atau mengendarai setiap kuda atau unta bagi mereka yang jauh. Kisah tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an surah Al-Hajj, ayat 27. Dalam syair tarian Meugrob juga menceritakan tentang tempat pemakaman Nabi Muhammad, tempat makam atau kuburan Nabi muhammad berada di komplek masjid Nabawi di Madinah. Setiap jamaah yang solat di masjid Nabawi selalu mengunjungi makam Nabi. Terutama dalam bulan haji, beribu masa jamaah datang berziarah ke tempat makam Nabi Muhammad. Nilai sejarah yang terkandung dalam syair tarian merupakan salah satu bentuk santun dalam bertutur yang dipercayai masyarakat Aceh untuk menyebarkan ajaran Islam terhadap masyarakat dan digunakan sebagai bahan pembelajaran turun-temurun serta dimanfaatkan sebagai bahan dalam dunia pendidikan. Syair Arti Kapai sultan kadimeudarat Kapai sultan ka dimeudarat Siblah rot barat di laot banda sebelah barat di laut Banda Dilee awai phon Aceh meugah that zaman dahulu Aceh begitu megah Masa meuneumat Iskandar Muda masa pimpinan Iskandar Muda Dalam syair tarian Meugrob selain menceritakan tentang sejarah Nabi, juga mengandung tentang sejarah Aceh masa silam yang sangat megah ketika masa pimpinan Iskandar Muda. Sultan Iskandar Muda merupakan masa kegemilangannyAceh. Ketika Kerajaan Aceh Darussalam ditangan pimpinan beliau, terdapat banyak kemajuan yang sangat pesat dan telat mencapai puncak kejayaan yang luar, ditandai dengan kesuksesan sultan Iskandar Muda sebagai penguasa Kerajaan Aceh Darussalam telah mendapat banyak pengakuan, bukan hanya dari kalangan rakyatnya saja, melainkan dari musuh-musuhnya dan bangsa asing di seluruh dunia. Selain itu, ia juga berhasil menjalin hubungan diplomasi perdagangan dengan beberapa bangsa asing. Sehingga Aceh secara internasional sangat dikenal sebagai sebuah negeri yang sangat kaya dengan berbagai sumber daya alamnya. Syair Arti Ya Allahu A’lekuna Ya Allah A’lekuna Tuhan peuna intu geutantanyoe Tuhan yang menciptakan orang terdahulu Samgkira hana Nabi Muhammad andaikan Nabi Muhammad tidak diciptakan Han Neubri jeut langet ngon bumoe maka tidak diciptakan langit dan bumi Ya allaglee, glee Jabbalrahman Gunung Jabal Rahmah Di akiglee, glee jabbalrahman di kaki gunung Jabal Rahmah Wukuf Nabi bak neu ek haji tempat wukuf Nabi dalam ibadah haji Di akiglee, glee Jabbalrahman yaitu di kaki gunung Jabal Rahman Dalam syair tersebut menceritakan tentang Allah yang telah menciptakan orang terdahulu, yaitu para Nabi-Nabi, mulai dari nabi Adam sampai Nabi Muhammd. Dalam syair diatas juga menceritakan “andaikan Nabi Muhammad tidak diciptakan, maka tidaklah diciptakan langit dan bumi”, syair tersebut menjelaskan tentang cerita dalam hadis, Sebaimana tersebut dalam hadis riwayat sahabat Jabir RA, ketika ditanya perihal makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah, Rasulullah menjawab, sungguh Allah menciptakan nabimu sebelum menciptakan segala sesuatu. Allah menciptakan nur tersebut beredar dengan kuasa Allah sesuai dengan kehendaknya. Dan juga sebagaimana diterangkan dalam hadist Qudsi yang artinya, Jika bukan karena engkau wahai Muhammad tidak akan aku ciptakan alam semesta. Dalam syiar selanjutnya menceritakan tentang sebuah gunung Jabal Rahmah yang terletak di Kota Makkah yang merupakan sebagai tempat wukuf Nabi dalam melakukan ibadah haji, yaitu di kaki gunung jabal rahmah. Syair Arti Hasan ngon husen cuco di Nabi Hasan dan husen cucunya Nabi Aneuk tuan Siti Fatimah Zuhra Anak tuan Siti Fatimah Zuhra Sayang teuh that-that Hasan ngon Husen Besarnya sayang Hasan dan Husen Yang puteh licen asoe syuruga hati yang mulia serta penghuni surga Syahit di Husen di dalam perang Syahitnya Husen dalam perang Syahit di Hasan lam rumoh tangga Syahitnya Hasan dalam rumah tangga Syahit di aduen ka keunong buso Syahitnya kakak terhantam besi Syahit di adoe keunong Ranjan Syahitny adik terkena racun Dalam bait syair diatas menceritakan tentang sosok dan syahitnya Sayyida Hasan dan Sayyidina Husain, yang merupakan anak dari Fatimah Az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib yang sekaligus sebagai cucu kesayangan Nabi yang dikenal dengan hati yang mulia serta menjadi salah satu diantara sosok yang dijamin masuk surga oleh Allah. Peristiwa syahitnya Sayyidina Husein terjadi pada 10 Muharram 61 Hijriyah dalam sebuah peperangan Thaif di Karbala yang dilakukan oleh pasukan Yazid bin Muawiyah terjadi di Karbala. Sedangkan syahitnya Sayyidina Hasan di Madinah akibat diracun. Akhir hayat hidup Sayyidina Hasan dan Husen tak lepas dari kisaran pertikaian dalam dunia Islam sesudah wafat Nabi Muhammad dan tiga khalifah. Syair Arti Sallahu ala Muhammad Salla Moula, yang Moule Moule yang Rabbi ka sallo alaihi wassalam Lailaha Illallah Jalan Aceh nyoe meulinggong-linggong Jalan di Aceh berbelok-belok Meusambong-sambong keudeh u Banda bersambung-sambung sampai ke Banda Buleun puasa tawoe u gampong bulan puasa pulang kampung halaman Tanyoe kunjong mandum syedara untuk kunjung semua saudara Salamu’alaikom aneuk muda ranto Salam sejahtera untuk anak muda rantau Gata katawoe saweu syedara yang sudah pulang kunjungi saudara Beu sehat badan beu mangat asoe semoga sehat badan dan sehat pikiran Tameumat jaroe beu ampon dosa saling bermaafan semoga diampuni dosa Nilai-nilai religius lainnya yang terkandung dalam syiar tarian Meugrob yaitu shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat ini terdapat dipertengahan syiar tarian. Sebagaimana yang dikatakan oleh bapak Syarbaini bahwa, dalam syiar tarian Meugrob memang mesti ada pujian kepada rabbana dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW, dengan adanya shalawat dalam syiar tarian Meugrob menjadi nilai dakwah dalam memperkenalkan dan penyiaran tentang Islam kepada masyarakat. Dalam bait syair dan gerakan tarian Meugrob juga memiliki nilai solidaritas kehidupan, sebagaimana dalam syair mengingatkan kepada pemuda Gampong Pulo Lueng Teuga hendaknya pulang ke kampung halaman saat bulan puasa (akhir di bulan puasa), untuk berkunjung ke tempat semua saudara dalam menjaga silaturahmi serta saling bermaafan. Apapun aktivitas dan kesibukan di dunia perantauan, tempat kelahiran adalah zona terbaik untuk pulang. Disisi lain, dalam bait syairnya juga berkaitan dengan waktu pelaksanaan tarian Meugrob yaitu dilaksanakan pada momen perayaan hari kemenangan ummat Islam. Karena disisi lain, tarian Meugrob dilakukan untuk menyambut hari kemenangan atas usaha melawan segala nafsu selama 30 hari yaitu berpuasa di Bulan Ramadhan. Oleh karna itutarian Meugrob dilakukan untuk menyambut hari kemenangan atas usaha melawan segala nafsu selama 30 hari yaitu berpuasa di Bulan Ramadhan. Syair selanjutnya menceritakan tentang sebuah doa dari pemuda gampong untuk pemuda perantaun, pengantin baru dan yang menuntut ilmu di luar daerah yang telah pulang ke kampung halaman, dengan doa salam sejahtera dan selamat datang kepada pemuda Gampong Pulo Lueng Teuga yang telah pulang dari perantauan, semoga senantiasa diberi kesehatan badan dan pikiran, dan saling bermaafan di Hari Raya dengan harapan semoga diampuni segala kesalahan lahir dan batin. Syair Arti Neu tubit sino neujak sembahyang Pulang dari acara ini salatlah Mangat rinjang geu ampon dosa agar cepat diampuni dosa Lheuh sumbahyang geu yue duek siat selesai salat duduklah sejenak Geu yue hadap ke po Rabbana dianjurkan untuk mengingat Allah Alajahok-alajahok Alajahok-alajahok Kacok sudok katiek lam lhok buanglah pacul kedalam penggalian Hai aneuk bek kasoek dilea hai buah hati jangan engkau pakai dulu Ke eu lagea-lagea lon soek lihatlah bagaimana aku memakainya Puncak seulawah panyang meu apit Puncak gunung seulawah tinggi menjula Puncak meusejid panyang meu puta puncak masjid tinggi melingkar Bek le that haba gata aneuk miet jangan terlalu lalai wahai buah hati Ileme teuh nit ban tajak mita ilmumu sedikit segeralah untuk menuntutnya Ala tindik ala tindik Ala tindik ala tindik Uroe raya tajak bak syik hari lebaran berkunjung ke tempat keluarga Geubi timphan bek tapajoh disediakan timphan jangan dimakan On ribe ilon hai syik uang seribu yang kami cari hai nenekku Laila haillallah Muhammadon Rasulullah Hilop-hilop Artinya Tiada Tuhan Selain Allah, Nabi Muhammad utusan Allah Dalam bait syair bait pertama menceritakan kandungan nasihat dalam kebaikan, sebagai diceritakan oleh salah satu masyarakat dalam wawancara bahwa, Sebagian besar syiar tarian meugrob merupakan sebuah bentuk kekeluargaan masyarakat Pulo Lueng Teuga dan nasihat dalam mengingatkan kebaikan dalam kehidupan.63 Nilai nasihat dalam mengingatkan untuk tunaikanlah salat yang merupakan kawajiban terhadap orang Islam, ketika selesai salat hendak luangkan waktu sejenak untuk berdoa agar Allah mengampuni dosa. Disisi lain, berdoa sesudah salat merupakan salah satu waktu yang baik dan mustajab untuk berdoa. Dalam syiar selanjutnya juga menceritakan tentang kandungan nilai nasehat kepada anak-anak dalam memakai pakaian yang sopan dan benar menurut ajaran Islam, serta lihatlah petuahmu bagaimana ia dalam memakainya. Sebagaimana dalam ajaran Islam tidak menetapkan warna dan bentuk dalam berpakaian, baik dalam beribadah maupun diluar ibadah, akan tetapi Islam hanya mengatur bahwa pakaian harus sopan, menutup aurat, bersih dan sesuai dengan akhlak seorang muslim. Dalam bait berikutnya menceritakan tentang makna dan nilai nasehat dalam bentuk anjuran, sindiran dan motivasi terhadap orang Islam untuk bergiat dalam menuntut ilmu, karena sebagaimana dalam sebuah hadis menjelaskan bahwa, sesungguhnya menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan. Oleh karna itu, hiduplah seakan-akan mati besok, dan carilah ilmu seakan-akan hidup selamanya Dalam syair tersebut menceritakan tentang nilai pentingnya dalam bermaafan sesama saudara, menyambut dan mengajak semua pemuda gampong yang berada di perantauan atau yang menuntut ilmu serta pengantin baru yang berada di luar daerah untuk pulang saat lebaran tiba, guna untuk melepaskan kerinduan bersama keluarganya serta bertemu kerabat yang berada di gampong halaman, karena manusia sejatinya tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa dalam kehidupan. Maka kunjungilah saudara dalam menjalin silaturahmi dan memohon maaf sesama saudara ketika hari lebaran tiba yang menjadi salah satu perintah dalam Islam. Pada dasarnya menjalin silaturrahmi dilakukan tidak hanya pada hari lebaran saja, akan tetapi harus terikat untuk setiap saat agar membuat hidup lebih bermakna. Dengan demikian, masyarakat akan selalu menjalani dan menjaga hubungan yang harmonis dalam kehidupan dengan saling memaafkan ketika ada masalah sesama kerabat, dan masyarakat akan selalu memiliki kekeluargaan dan keakraban dalam kehidupan. Adapun dalam bait terakhir, berikut penggalan baitnya Laila haillallah Muhammadon Rasulullah, Hilop-hilop-hilop-hilop. Artinya Tiada Tuhan Selain Allah, Nabi Muhammad utusan Allah. Kata Hilop-hilop merupakan lirik syair yang diucapkan bersama-sama ketika satu perserta dipeugroeb oleh peserta lainnya di akhir tarian Snouck Hurgronye pernah menulis praktek keagamaan yang disebut orang aceh dengan nama Meugrob.”Mula-mula mereka berkumpul dengan irama sedang, mendendangkan ayat-ayat yang memuja kebesaran Allah. Tetapi lambat laun irama tadi bertambah cepat sehinnga ayat-ayat yang tidak hentinya di ulang bertambah pendek. (Misalnya: hu Allah! Hu da’em! Hu! dan lain lainnya). Suarapun makin keras dan memekik, mereka yang berteriak-teriak dengan fanatik itu berkeringat karena kerasnya gerakan, kadang-kadang berdiri, kemudian duduk kembali, melompat-lompat dan menari-nari. Akhirnya banyak diantara mereka jatuh pingsan oleh karena banyak diantara mereka kegembiraan yang meluap-luap yang timbul dalam memikirkan sesuatu yang bersifat ketuhanan, menurut kehendak atau anggapan mereka masing-masing keadaan demikian itu oleh orang aceh dinamakan Do’), dan bentuk ratip saman yang riuh dan rendah itu di beri nama Ratib Mensa atau Kuluhe’t”. Di Gampong Pulo Lueng Teuga Meugrob sendiri sudah menjadi ruang untuk mempererat persatuan dan kekompakan antara pemuda gampong dan perantau yang pulang kampung ingin melepaskan rindu di malam hari Raya Idul Fitri tersebut. Meugrob sendiri dilakukan secara bertahap mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, hal ini bertujuan agar generasi selanjutnya bisa meneruskan tradisi Meugrob tersebut. Dalam Tarian Meugrob terdapat 10 macam gerakan yaitu : - Tienggong (Jongkok) - Sinthop (Hentak) - Tiekui (Merunduk) - Chep-Chep (Hentak-Hentak) - Grietan Apui (Kereta Api) - Meugiek-Giek (Saling Berpelukan) - Moto Teng (Mobil Tank) - Meuayon (Berayun) - Meulinggong-Linggong (Meliuk-Liuk) - Meugiek Sira Meuwet (Berpelukan Sambil Berputar). Gerakan dalam tari Meugrob mempunyai banyak pengulangan dalam setiap gerakannya. Pada setiap gerakannya dapat terjadi 10 x 8 atau lebih. Pada setiap pergantian gerakannya para penari melakukan gerakan Chep-Chep (Hentak-hentak) terlebih dahulu, baru melakukan gerakan selanjutnya hingga tarian selesai.