| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 22 July 2024 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 22 July 2024 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Seni Pertunjukan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | - |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Hikayat
Sultan Iskandar Muda memerintah dengan adil. Negerinya aman dan makmur. Barang-barang keperluan rakyat melimpah ruah. Kapal-kapal asing banyak berdatangan membawa barang. Pada suatu hari datanglah Raja Raden bersama putri Pahang menghadap Sultan. Mereka datang dari Banang, Malaka dengan maksud hendak memeluk agama Islam. Raja Raden juga mengatakan bahwa ia mempunyai seorang adik bernama Raja Si Ujut. Sesudah memeluk agama Islam putri Pahang dinikahkan dengan Sultan Iskandar Muda dan Raja Raden dinikahkan dengan adik Sultan sendiri. Armada Sultan Iskandar Muda berlayar menuju Malaka. Baginda sendiri berangkat melalui darat. Di Sigli Sultan disambut rakyat Pidie dengan panglimanya Maharaja Indra. Pidie sudah siap dengan lima buah kapal perang. Baginda memerintahkan supaya kapal-kapal perang Pidie mengikuti Cakra Donya. Dari Sigli Sultan melanjutkan perjalanan ke Meureudu. Ternyata Meureudu kosong. Penduduknya sedang bekerja di hutan. Baru sesudah tujuh hari mereka pulang. Dengan disertai seorang ulama bernama J a Pakeh mereka menghadap Sultan. Mula-mula Sultan tidak mau menerima kedatangan mereka. Ja Pakeh marah, tetapi kemudian ia dipanggil lagi dan ditanyakan mengapa baru tujuh hari rakyat pclang dari gunung. Ja Pakeh mengatakan bahwa sebabnya ialah 6 karena Sultan tidak mengangkat seorang hulubalang di Meureudu. Tetapi Sultan beralasan bahwa Meureudu adalah daerah raja sendiri. Ja Pakeh diminta Sultan supaya ikut ke Malaka. Anak negeri yang tidak ikut terutama wanita oleh Sultan diberi modal untuk usaha menenun kain.