| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 01 December 2025 |
| Tahun verifikasi dan validasi | : | 25 October 2024 |
| Entitas kebudayaan | : | OPK |
| Kategori | : | Keterampilan / Kemahiran dan Kerajinan |
| Etnis | : | Aceh |
| Kabupaten/Kota | : | Kabupaten Pidie |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Alamat | : | - |
WBTb
Nama Lainnya : Bereguh
Bereguh adalah instrumen/alat musik tiup tradisional yang terbuat dari tanduk kerbau. Instrumen ini umumnya tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan sebagai alat komunikasi antara dua atau beberapa orang yang terletak berjauhan, biasanya di hutan. Dengan meniupnya, kelompok lain dapat memperkirakan keberadaan dan jarak orang yang meniup instrumen tersebut. Cara penggunaan bereguh agar dapat menghasilkan bunyi adalah dengan ditiup pada ujung instrumen yang meruncing dan melengkung, namun demikian rentang nada yang dapat dihasilkan oleh instrumen musik ini umumnya terbatas dan sangat bergantung pada teknik yang digunakan peniup dalam memainkannya. Bereguh merupakan instrumen musik tradisional asli suku Aceh. Penggunaan instrumen ini tersebar seluruh wilayah Aceh, terutama Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara dan Pidie Jaya. Pada masa silam, instrumen ini umumnya digunakan sebagai perlengkapan yang digunakan dalam berburu. Meskipun tidak dimanfaatkan secara langsung untuk berburu, bereguh merupakan wahana yang digunakan untuk berkomunikasi antara sesama pemburu, ataupun untuk meminta pertolongan saat tersesat di tengah hutan. Pada masa saat ini, bereguh sering digunakan di dalam seni musik Aceh yaitu sebagai pemadu nuansa musik yang dapat menimbulkan kesan penyemangat saat dimainkan. Bahan Baku Pembuatan: Tanduk Kerbau Cara Penggunaan: Di Tiup Cara Pembuatan: Tanduk Kerbau yang telah dibersihkan dan di jemur kering di keluarkan isi tanduknya. pada bagiang ujung tanduk yang tajam di potong mendatar setelah itu di buat lubang seukuran ibu jari orang dewasa yang nantinya akan digunakan sebagai tempat meniup