Loading

Tugu Kuta Reh / Tugu Kuta Rih

No. Reg. - Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2023-10-10
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Tenggara
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Gp. Kuta Reh Kec, Babussalam
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Tugu Kuta Reh / Tugu Kuta Rih

Sejarah di Benteng Tugu Kuta Reh. Peristiwa yang terjadi di Benteng Tugu Kuta Reh merupakan bagian dari perang panjang masyarakat Aceh melawan pasukan Belanda yang terjadi 110 tahun lalu, tepatnya pada 14 Juni 1904. Saat itu, pasukan Belanda di bawah pimpinan Van Daalen membantai rakyat Tanah Alas dari Kampung Kutarih. Saat Belanda menyerbu, rakyat yang tidak mau tunduk kepada bangsa penjajah membangun benteng dari tanah di area yang tidak jauh dari desa mereka. Rakyat Alas dibantai oleh pasukan Gotfried Coenraad Ernst van Daalen atas perintah Gubernur Militer Belanda di Aceh. Pembantaian dalam tragedi ini juga disebut sebagai genosida pertama yang di lakukan oleh Belanda di Indonesia yang menewaskan hampir mencapai 3 ribu jiwa, termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak yang tak berdosa. Beberapa sumber sejarah menyebutkan, jumlah korban yang meninggal dalam tragedi pembantaian itu terdiri dari 1.773 laki-laki dan 1.149 perempuan. Namun sumber sejarah lainnya menyebutkan jumlah korban lebih banyak lagi, yakni berjumlah 4.000 orang.