Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2022
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2022
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Tamiang
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Kp. Serba Kec. Bandar Pusaka
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : -
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Tok Besar

Makam Tok Besar merupakan salah satu situs cagar budaya di Kabupaten Aceh Tamiang. Tokoh yang dimakamkan di sana dipercaya sebagai leluhur atau orang berpengaruh yang disegani oleh masyarakat setempat.  Berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai situs Tok Besar yaitu Lokasi Makam Tok Besar berada di Desa Serba, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang dan makam ini terdaftar sebagai salah satu objek cagar budaya di Aceh, yang menjadikannya sebagai bagian penting dari warisan budaya daerah.  Meskipun informasi spesifik tentang siapa sebenarnya Tok Besar tidak ditemukan secara jelas dalam legenda yang tersedia, nama tersebut sering dikaitkan dengan sejarah Kerajaan Tamiang. Legenda ini bercerita tentang seorang raja bernama Pucook Sulooh, yang ditemukan di dalam rumpun bambu. Cerita ini sering dikaitkan dengan asal-usul nama Tamiang itu sendiri, yang berasal dari frasa te-miyang, yang berarti 'tidak gatal' (karena sang raja kebal terhadap miang bambu).  Namun, perlu diketahui bahwa informasi mengenai tokoh-tokoh lokal, seperti Tok Besar, sering kali bersifat lisan dan dapat berbeda-beda di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, detail lengkap mengenai tokoh ini mungkin tidak tercatat dalam arsip sejarah umum.