Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2021
Tahun penetapan : 2021
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Sultan Iskandar Muda No.16, Kp. Baru, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116
Latitude : 5.548023577454071
Longitude : 95.32327314760295
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 1.554 m²

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : TNI - AURI
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Monumen Pesawat RI 001 Seulawah

Monumen berupa Pesawar RI-001 Selawah ini menunjukan bukti sikap Patriotisme rakyat Aceh terhadap Negara dimasa Kemerdekaan. Atas Presiden soekarno pada kunjungannya ke Kuta Radja (nama Kota Banda Aceh saat itu) pada 16 juni 1948 Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (GASIDA) berhasil mengumpulkan sumbangan masyarakat Aceh. Para saudagar menyumbang uang dan emas. Sementara rakyat banyak mengumpulkan hasil bumi seperti padi, beras, ubi, perhiasan, ternak, hingga telur, jumlah yang di kumpulkan setara dengan 58 Kg emas. Dana tersebut digunakan pemerintah RI untuk membeli 3 pesawat Dakota. Monumen Pesawat RI 001 Seulawah di Banda Aceh adalah replika pesawat Dakota yang dibangun untuk mengenang kontribusi masyarakat Aceh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pesawat ini adalah simbol semangat patriotisme rakyat Aceh yang menyumbangkan dana untuk membeli pesawat pertama RI, yang menjadi cikal bakal maskapai penerbangan Indonesia. Dana sumbangan tersebut, yang setara dengan Rp 20 kg emas dan sejumlah dollar Singapura, berhasil dikumpulkan pada tahun 1948 melalui Panitia Dana Dakota.  Pesawat ini dibeli dari hasil pengumpulan dana sukarela masyarakat Aceh untuk mendukung pemerintah RI yang sedang berjuang melawan agresi militer Belanda. Pesawat ini menjadi cikal bakal Indonesian Airways (kemudian Garuda Indonesia) dan berperan penting dalam menghubungkan pemerintah pusat dengan daerah-daerah lain.  Seulawah RI-001 digunakan untuk menerobos blokade Belanda, mengangkut senjata, obat-obatan, serta mengangkut tokoh penting seperti Wakil Presiden Mohammad Hatta. Karena jasa-jasanya yang besar, replika pesawat Seulawah RI-001 didirikan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, dan diresmikan oleh Panglima ABRI saat itu, Jenderal L.B. Moerdani, pada 30 Juli 1984.  Monumen ini menjadi pengingat akan solidaritas dan semangat gotong royong rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.