Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2022
Tahun penetapan : 2022
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Tgk. Chik Ditiro, Kp. Baru Kec. Baiturrahman
Latitude : 5.551875578116366
Longitude : 95.32467392009731
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : 3 X 8 m
Luas Tanah : -
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : PT. Kereta Api Indonesia
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Monumen Kereta Api

Monumen ini dibangun pada awal pendudukan Belanda Tahun 1874, Stasiun Kereta Api tepat dihadapan Masjid Raya Baiturrahman. Fungsinya sebagai portal distribusi logistik militer Belanda dibangun pula Rel sepanjang 5 km dan lebar 1,1 meter yang menghubungkan pusat Kota Banda Aceh dan Ule Lhee. Monumen Kereta Api Banda Aceh adalah peninggalan sejarah perkeretaapian kolonial Belanda yang berdiri di lokasi bekas Stasiun Kereta Api Kutaraja, yang kini menjadi taman di depan Masjid Raya Baiturrahman. Jalur kereta api ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1874 untuk distribusi logistik militer, menghubungkan pusat kota dengan pelabuhan Ule Lhee, dan kemudian juga digunakan untuk mengangkut masyarakat sipil. Monumen ini menampilkan lokomotif uap kuno (BB84) dan sebuah gerbong sebagai simbol kejayaan transportasi masa lalu Aceh.  Belanda membangun jalur kereta api dari Ule Lhee ke Kutaraja sepanjang 5 km pada 1874 untuk kepentingan militer dan ekonomi. Jalur ini resmi dibuka untuk lalu lintas umum pada 12 Agustus 1876. Jalur kemudian diperluas hingga ke Lamyong dan ke rumah sakit militer di Pante Pirak. Awalnya untuk militer, jalur ini kemudian juga melayani masyarakat sipil di Banda Aceh. Jaringan kereta api di Aceh akhirnya ditutup pada tahun 1974 karena kalah bersaing dengan transportasi jalan raya dan kesulitan suku cadang. Bangunan stasiun asli hancur akibat gempa bumi dan tsunami dan berubah menjadi taman kota.  Monumen dibangun untuk mengenang dan melestarikan sejarah perkeretaapian di Aceh.Monumen terletak di bekas lokasi stasiun, yaitu di Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, persis di seberang Masjid Raya Baiturrahman. Monumen ini terdiri dari lokomotif uap tua bernomor seri BB84 yang dibuat di Jepang, serta sebuah gerbong kereta api yang didatangkan dari Jerman.