Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2022-05-30
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2022
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Barat Daya
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Desa Pasar Blangpidie Kec. Blangpidie
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : -
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemkab Abdya
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Makam Tgk Peukan

Teungku Peukan merupakan ulama dan pejuang Aceh melawan Belanda yang syahid di Blangpidie pada peristiwa 11 September 1926. Dia dilahirkan pada tahun 1886 di Sawang, Aceh Selatan dan lama menetap di Manggeng, Aceh Barat Daya. Tugu Teuku Peukan didirikan sebagai simbol penghormatan kepada ulama dan pejuang Aceh, Teungku Peukan, yang syahid dalam pertempuran melawan tentara Belanda di Blangpidie pada 11 September 1926. Tugu ini berdiri di lokasi makam beliau bersama lima pejuang lainnya, yang terletak di depan Masjid Jami' Baitul 'Adhim Blangpidie.  Teungku Peukan adalah tokoh ulama dan pejuang yang memimpin perlawanan terhadap Belanda di Aceh Barat Daya. Beliau gugur dalam pertempuran sengit di Blangpidie pada 11 September 1926, di mana putranya, Teungku Tahala, juga syahid saat mencoba menyerang pasukan Belanda. Jenazah Teungku Peukan dan lima pejuang lainnya dimakamkan sebagai syuhada di depan Masjid Jami' Baitul 'Adhim Blangpidie. Tugu yang didirikan di lokasi makam tersebut menjadi penanda dan simbol perjuangan serta pengorbanan Teungku Peukan melawan penjajah Belanda