Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2024
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2024
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : F984+QP2, Unnamed Road, Lambunot, Kec. Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23238
Latitude : 5.46738813853021
Longitude : 95.34337651246867
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Milik Negara
Nama pemilik : Negara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Tgk. Fakinah

Tgk. Fakinah adalah ulama besar perempuan dan Pahlawan perang yang ternama pembangunan pendidikan ulung, juga pionir sekolah islam untuk perempuan (1911), beliau sahabat Cut Nyak Dien.. Teungku Fakinah adalah seorang wanita yang menjadi ulama besar dengan nama singkatnya disebut Teungku Faki, pahlawan perang yang ternama dan pembangunan pendidikan ulung. Dia dilahirkan sekitar tahun 1856 M, di Desa Lam Diran kampung Lam Beunot (Lam Krak). Dalam tubuh Dia mengalir darah ulama dan darah penguasa/bangsawan. Ayahnya bernama Datuk Mahmud seorang pejabat pemerintahan dalam zaman Sultan Alaidin Iskandar Syah. Sedangkan ibunya bernama Teungku Muhammad Sa'at yang terkenal dengan Teungku Chik Lam Pucok, (nama ibunda Tgk Fakinah koq nama seorang laki-laki...? ) pendiri Dayah Lam Pucok, tempatnya pernah Teungku Chik Ditiro Muhammad Saman belajar. Makam Teungku Fakinah terletak di Desa Lambunot, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar. Situs ini adalah tempat peristirahatan terakhir bagi salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh dalam sejarah Aceh, yang dikenal sebagai ulama besar perempuan, pahlawan perang, dan pelopor pendidikan Islam untuk kaum perempuan.  Teungku Fakinah (sekitar 1856 – 10 Oktober 1940) adalah seorang pejuang wanita yang gigih melawan penjajahan Belanda di Aceh. Beliau berasal dari keluarga ulama dan bangsawan di daerah Lam Diran, Lam Beunot. Teungku Fakinah tidak hanya berperan sebagai ulama, tetapi juga sebagai panglima perang yang memimpin pasukannya sendiri, termasuk mendirikan benteng pertahanan wanita. Beliau adalah sahabat dari pahlawan nasional Cut Nyak Dhien dan turut menginspirasi perjuangan kaum perempuan Aceh lainnya. Selain perjuangan fisik, Teungku Fakinah juga dikenal sebagai pendidik ulung. Beliau mendirikan sekolah Islam (dayah/pesantren) untuk perempuan pada tahun 1911, sebuah langkah pionir pada zamannya untuk melawan keterbelakangan umat dan membangun fondasi kesetaraan gender melalui pendidikan. Makam Teungku Fakinah kini menjadi situs cagar budaya yang diziarahi untuk mengenang jasa-jasa dan kiprahnya yang luar biasa dalam sejarah perjuangan dan peradaban Islam di Aceh. Lokasinya di Aceh Besar menjadi pengingat akan perjuangan gigih masyarakat Aceh dalam mempertahankan agama dan tanah air mereka.  Secara keseluruhan, makam ini menyimpan sejarah panjang tentang keberanian dan kontribusi seorang perempuan Aceh yang multi-talenta sebagai pejuang, ulama, dan pendidik.