Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2024
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2024
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 9FPJ+9CH, Lamleuot, Kuta Cot Glie, Aceh Besar Regency, Aceh 23372
Latitude : 5.387482247096913
Longitude : 95.49398890245793
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Milik Negara
Nama pemilik : Negara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Tgk. Chik Pantee Kulu

Teungku Chik Pante Kulu dengan nama lengkap Teungku Chik Muhammad Pante Kulu lahir pada 1251 Hijriah atau 1836 Masehi di Gampong Pante Kulu, Kecamatan Titeue, Kabupaten Pidie, Aceh. Teungku Chik Pante Kulu lahir dalam kalangan keluarga ulama yang memiliki hubungan dekat dengan kelompok ulama Tiro. Makam Teungku Chik Pante Kulu terletak di Desa Lam Leuot, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, di samping persawahan. Makam ini merupakan peristirahatan terakhir ulama dan pejuang Aceh yang terkenal sebagai pengarang Hikayat Prang Sabi yang membangkitkan semangat juang melawan penjajah Belanda.  Makam Teungku Chik Pante Kulu terletak di Desa Lam Leuot, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.  Pusara beliau tampak menonjol di antara makam lain karena kain merah yang membentang di atasnya. Beton yang mengelilingi undakan tanah dan coretan nama beraksara Arab di bagian kepala makam menjadi penanda utamanya, meskipun sudah memudar.  Makam ini berada di situs bersejarah yang dilindungi undang-undang, sehingga tidak boleh diubah atau diperbaiki oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan kondisi makam agak kurang terawat dan tidak dapat diperbaiki oleh pihak yang berwenang.  Banyak orang yang berziarah ke makam ini, di antaranya adalah untuk mengenang jasa-jasa beliau dalam perjuangan melawan Belanda dan untuk mendengarkan kembali Hikayat Prang Sabi yang masih sering dilantunkan di Aceh.  Beliau dikenal sebagai seorang ulama dan pejuang Aceh yang mengarang Hikayat Prang Sabi untuk membangkitkan semangat jihad masyarakat Aceh melawan penjajah Belanda. Teungku Chik Pante Kulu wafat di kawasan Kuta Cot Glie.