Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : 2024
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2024
Tahun penetapan : 2024
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : FFQ8+725, Atong, Montasik, Aceh Besar Regency, Aceh 23373
Latitude : 5.490039735943246
Longitude : 95.47438665230385
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Milik Negara
Nama pemilik : Negara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Tgk. Chik Empee Awee

Makam Tgk. Chik Empee Awe, yang terletak di Aceh Besar, adalah makam dari ulama besar Syaikh Abdurrahim Bawarith al-Asyi atau yang lebih dikenal sebagai Tgk Chik Awe Geutah. Ia adalah seorang ulama yang datang ke Aceh pada abad ke-17 dan 18 untuk menyebarkan agama Islam. Kompleks makam ini juga menjadi tempat pemakaman bagi keluarga dan pengikutnya, serta menjadi pusat pengembangan Tarekat Syattariah di Aceh.  Syaikh Abdurrahim Bawarith al-Asyi datang ke Aceh dari Yaman bersama adiknya, Syaikh Abdussalam Bawarith al-Asyi, dan tujuh ulama lainnya. Di Aceh, mereka menetap di Lamkabeu Seulimum, Aceh Besar, sebelum akhirnya Syaikh Abdurrahim diminta oleh Sultan Badrul untuk pergi ke Peusangan. Di sana, ia mendirikan zawiyah dan fokus menyebarkan ilmu agama seperti Alquran, hadis, fiqah, dan tasawwuf. Chik Awe Geutah dan adiknya adalah pengembang Tarekat Syattariah di Aceh, yang memiliki banyak pengikut di Awe Geutah, Samalanga, dan daerah lainnya. Keturunan Syaikh Abdurrahim Bawarith al-Asyi masih banyak bermukim di sekitar kompleks makamnya hingga saat ini. Lokasi makam Berada di kawasan Awe Geutah, Aceh Besar.Berbentuk silinder dengan atap pelana yang terbuat dari daun rubia. Dinding cungkup makam memiliki tinggi 1,10 meter. Di sekitar makam terdapat makam keluarganya dan ornamen-ornamen yang berbentuk pohon kalpataru di area gerbang makam. Meskipun tidak ada tanggal pasti tahun meninggalnya, makam ini masih menjadi salah satu situs sejarah penting dan tempat wisata religi yang sering diziarahi oleh masyarakat.