Loading

Makam Tgk Chik di Reubee (Syaikh Daim/Daeng Mansur)

No. Reg. PM.90/PW.007/MKP/2011 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2011
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2011
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : Campuran
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Pidie
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 8VPX+VQ4, Daboh, Kec. Delima, Kabupaten Pidie, Aceh 24183
Latitude : 5.335247439061155
Longitude : 95.90753524949012
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Wakaf
Nama pemilik : Wakaf
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Tgk Chik di Reubee (Syaikh Daim/Daeng Mansur)

Tengku Chik di Reubee berasal dari keturunan Raja Abdullah Al Malikul Amin dan Raja Abdul Jalil dari Negeri Bugis, dan nama aslinya adalah Syeh Daim bergelar Daeng Mansyur. Sekitar abad 16 beliau datang ke Aceh kemudian dilanjutkan ke Mekkah untuk mendalami ilmu agama. Sekembalinya dari Mekkah, beliau menikah dengan keluarga ulama Reubee dan makam salah satu putranya berada satu kompleks dengan Sultan Iskandar Thani. Beliau adalah cikal bakal dari raja-raja Aceh yang memiliki garis keturunan Bugis, yaitu dari Putrinya yang menikah dengan Iskandar Muda dan melahirkan putri yang kelak memerintah Aceh, yaitu Sultanah Sri Tajul Alam Safiatuddin Syah. Makam Tgk. Chik Di Reubee adalah eorang ulama Aceh bernama asli Syeh Daim bergelar Daeng Mansyur, yang berasal dari keturunan Raja Abdullah Al Malikul Amin dan Raja Abdul Jalil dari Negeri Bugis. Beliau pergi ke Mekkah untuk mendalami ilmu agama dan setelah kembali, beliau menikah dengan keluarga ulama di Reubee, sehingga menjadi cikal bakal raja-raja Aceh dengan garis keturunan Bugis. Makam ini merupakan situs cagar budaya penting di Kabupaten Pidie yang memiliki nilai sejarah, agama, budaya, dan ilmu pengetahuan.  Beliau adalah leluhur raja-raja Aceh berdarah Bugis. Salah satu putrinya menikah dengan Sultan Iskandar Muda, dan dari pernikahan tersebut lahir putri yang kemudian memerintah Aceh, yaitu Sultanah Sri Tajul Alam Safiatuddin Syah.