Loading

Makam Tgk. Bakudo Batu (Banurullah)

No. Reg. No.014/M/1999 Tgl. 12-01-1999 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 1999
Tahun Verifikasi dan Validasi : 1999
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Simeulue
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : C6VR+8QW, Salur, Kec. Teupah Bar., Kabupaten Simeulue, Aceh
Latitude : 2.4445727082449498
Longitude : 96.24986298693096
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 400 M2

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemkab
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Tgk. Bakudo Batu (Banurullah)

Makam Ulama berasal dari pulau Nias yang mengembangkan agama islam di pulau simeulue. Makam Tgk. Bakudobatu (Syekh Banurullah) adalah makam seorang ulama penyebar agama Islam di Simeulue yang memiliki sejarah unik. Menurut legenda, area makam ini disebut Bakudobatu karena dulunya terdapat batu besar dan sering terlihat kuda terbang di sana. Konon, saat jenazah Syekh Banurullah akan dimakamkan, air untuk memandikan jenazahnya disiramkan ke batu tersebut sehingga batu itu melunak dan bisa digali.  Syekh Banurullah dikenal sebagai salah seorang ulama yang menyebarkan agama Islam di Simeulue. Area di sekitar makam ini mendapat nama Bakudobatu dari cerita bahwa di sana dulunya terdapat batu besar dan kuda-kuda terbang terlihat melintasi area tersebut.  Legenda menceritakan bahwa batu besar di lokasi itu menjadi lunak setelah disirami air dari jenazah Syekh Banurullah. Ini memungkinkan penggalian untuk menguburkannya, sesuai dengan wasiatnya untuk dimakamkan di sana.  Konon, saat bencana tsunami melanda, air laut terbelah di area sekitar makam ini, menunjukkan keistimewaan tempat tersebut.