Loading

Makam Sultan Alaidin Makhdum Abdullah Syah

No. Reg. 820/427.a/2017 Tanggal 15 Maret 2017 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2017
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2017
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Timur
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : RR3M+9V, Paya Meuligo, Kec. Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh
Latitude : 4.830590401868424
Longitude : 97.82620484067434
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Wakaf
Nama pemilik : Wakaf
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : Kebun Sawit
Batas Zona Selatan : Lorong Sunga Peureulak
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : Kebun Sawit

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Sultan Alaidin Makhdum Abdullah Syah

Secara Astronomis Makan ini berada di Koordinat,’’070766,N.’’0531036,Y,dengan Luas Tanah ± 8000 M2 Berbatasan sebelah Utara dengan Kebun Sawit Ibu Maimunah Ali.Timur Kebun Sawit Ibu Hamidah,Selatan Jalan Lorong Sunga Peureulak. Sultan Alaidin Makhdum Abdullah Syah Sultan Kerajaan Islam Peureulak dia berjasa dalam mengembalikan kerjaan dari perpecahan akibat perebutan kekeuasan pada Tahun 1078 -1108 dan Sultan Alaidin Makhdum Merupakan Ayah Kandung Putri Nurul’ala. Makam Sultan Alaiddin Makhdum Abdullah Syah terletak di Paya Meuligo, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Ia adalah salah satu sultan yang berjasa di Kerajaan Islam Peureulak, yang dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara.  Sultan Alaiddin Makhdum Abdullah Syah merupakan salah satu pemimpin dari Kesultanan Peureulak. Makamnya menjadi salah satu peninggalan penting dari sejarah kerajaan tersebut.Sultan ini juga dikenal sebagai ayah dari Putroe Nurul A'la. Perannya sebagai seorang ayah tercatat dalam sejarah lokal. Makam ini merupakan salah satu cagar budaya di Aceh. Seiring waktu, kondisi makam sempat kurang terawat hingga adanya upaya rehabilitasi oleh berbagai pihak, seperti yang dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Peduli Makam (GEMPA).Makam Sultan Alaiddin Makhdum Abdullah Syah dan makam-makam raja Peureulak lainnya di Aceh Timur menjadi bukti sejarah berdirinya kerajaan Islam di wilayah tersebut. Keberadaan kompleks makam ini penting bagi studi sejarah Islam di Asia Tenggara. Letak makam ini di Peureulak menegaskan bahwa wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan dan perkembangan Islam yang penting.