Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2014
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2014
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : Makam Pahlawan Panglimo Rajo Lelo
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Selatan
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 39HG+9J8, Unnamed Road, Sapik, Kluet Timur, South Aceh Regency, Aceh 23772
Latitude : 3.078062078267695
Longitude : 97.37966797063687
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Masyarakat
Nama pemilik : Masyarakat
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Makam Raja Lelo

Raja Lelo nama aslinya Banta Saidi lahir 1 Agustus 1780 . Raja Lelo adalah pengikut atau pasukan berani matinya T. Cut Ali. Panglima Raja Lelo (juga dikenal sebagai Panglimo Rajo Lelo) adalah seorang tokoh pejuang kemerdekaan terkemuka dari Aceh Selatan yang melawan penjajahan Belanda. Ia dikenal karena taktik gerilya yang efektif dan berhasil membunuh beberapa perwira Belanda penting, termasuk Kapten J. Paris.  Nama aslinya adalah Ibnu Wantaser.Ia lahir di Pung Besei (kampung Sapik), Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, sekitar tahun 1864.Ia diangkat menjadi panglima oleh Raja Kluet, yang menunjukkan peran kepemimpinan militernya dalam struktur kerajaan setempat.  Panglima Raja Lelo memimpin perlawanan bersenjata di wilayah Aceh Selatan, khususnya di daerah sekitar Kluet dan Pasie Raja. Taktik utamanya adalah perang gerilya, yang membuat pasukan Belanda kewalahan. Beberapa momen penting dalam perjuangannya antara lain: Ia memainkan peran kunci dalam Perang Kelulum, salah satu konflik penting melawan Belanda di wilayah tersebut.Salah satu prestasinya yang paling terkenal adalah berhasil membunuh Letnan Molenaar, seorang komandan perang pasukan Belanda, dalam pertempuran di Terbangan, Pasie Raja. Sumber lain juga mengaitkan Panglima Raja Lelo dengan tewasnya Kapten J. Paris, perwira Belanda yang dikenal dengan julukan "Singa Afrika".  Panglima Raja Lelo dikenang sebagai sosok pahlawan gagah berani di Aceh Selatan. Makamnya berada di Suaq Bakong, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, dan menjadi salah satu situs budaya Aceh yang terdaftar. Sejarah perjuangannya sering direfleksikan dalam peringatan hari kemerdekaan di daerah tersebut.