Loading

Komplek Makam Teungku Syarif (Raja Khan)

No. Reg. PO2014092900004 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2014
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2014
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Utara
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : 46M6+V9R, Jl. Teungku Syarief, Kuta Krueng, Kec. Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Aceh
Latitude : 5.135771216267701
Longitude : 97.21826440379566
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 300 M2

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemda Aceh Utara
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Teungku Syarif (Raja Khan)

1490 M, Menteri Wakaf Pada Kerajaan Samudera Pasai. komplek makam Teungku Syarif atau Raja Khan terletak di Gampong Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Makam ini adalah peninggalan bersejarah dari Kesultanan Samudera Pasai, yang menyimpan kisah tentang tokoh-tokoh penting di masa lalu.  Berikut adalah sejarah dan informasi utama terkait Makam Teungku Syarif (Raja Khan): Nama "Raja Khan" sebenarnya merujuk pada beberapa tokoh penting yang dimakamkan di komplek ini, bukan hanya satu orang. komplek makam ini menyimpan makam tokoh-tokoh Kesultanan Samudera Pasai yang memiliki gelar seperti Raja, Mir, Qadhi, dan Syaikh. Salah satu makam yang paling terkenal adalah makam Teungku Syarif sendiri. Meskipun detail tentang sosok Teungku Syarif tidak dijelaskan secara rinci dalam sumber yang tersedia, komplek ini juga dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir tokoh lain, seperti menteri wakaf pada masa Kesultanan Samudera Pasai sekitar tahun 1490 Masehi. komplek makam ini berada di wilayah bekas pusat Kerajaan Samudera Pasai. Hingga saat ini, lokasi ini masih terawat dan menjadi salah satu situs cagar budaya di Aceh. Keberadaannya dikelola dan didokumentasikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Beberapa makam di komplek ini memiliki nisan dengan ukiran kaligrafi Arab dan ornamen geometris. Nisan-nisan ini menjadi bukti sejarah penting yang memberikan petunjuk mengenai masa lalu kerajaan maritim Islam pertama di Nusantara ini. Para sejarawan dan arkeolog, seperti yang tergabung dalam komunitas Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh), terus melakukan penelitian di sekitar situs ini untuk menggali lebih banyak informasi tentang sejarah tokoh-tokoh yang dimakamkan di sana.