Loading

Komplek Makam Teuku Ampon Raja Banta Ahmad

No. Reg. Bupati Aceh Tamiang No : 877 Tahun 2020 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2020
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2020
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Tamiang
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : C52R+JRH, Gp. Bandar Dua, Bendahara, Aceh Tamiang, Cinta Raja, Banda Aceh, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh 24472
Latitude : 4.400539937854586
Longitude : 98.19999818738114
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : 16m2
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Masyarakat
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Komplek Makam Teuku Ampon Raja Banta Ahmad

(1890-1893 M) Teuku Ampon Raja Banta Ahmad adalah seorang panglima keturunan Raja-raja Turki yang gigih melawan Belanda. Pada tanggal 2 April 1893 terjadi penyerangan besarbesaran oleh Belanda yang menyebabkan Panglima Teuku Banta Ahmad gugur. Kompleks makam Teuku Ampon Raja Banta Ahmad terletak di Kampung Karangbaru, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Situs cagar budaya ini memiliki nilai sejarah tinggi sebagai tempat peristirahatan terakhir seorang panglima perang yang gigih melawan penjajahan Belanda.  Berikut adalah sejarah dan informasi terkait kompleks makam Teuku Ampon Raja Banta Ahmad yaitu Teuku Ampon Raja Banta Ahmad diyakini sebagai keturunan raja-raja Turki. Ia adalah seorang panglima perang Negeri Sungai Iyu. Bersama rakyat Aceh, ia aktif berperang melawan Belanda pada masa pendudukan, khususnya dalam rentang tahun 1890 hingga 1893. Teuku Ampon Raja Banta Ahmad gugur dalam pertempuran pada tanggal 16 Ramadhan 1311 Hijriah, yang bertepatan dengan 2 April 1893 Masehi. Ia wafat di medan pertempuran Tamiang, tepatnya di Lubuk Batil, Kecamatan Bendahara.  Kompleks makam ini berada di dalam sebuah pemakaman umum yang masih digunakan oleh masyarakat setempat. Nisan makam Teuku Ampon Raja Banta Ahmad terbuat dari batu marmer. Pada nisannya, terdapat epitaf atau tulisan yang berisi informasi mengenai riwayat hidupnya, termasuk nama, tanggal lahir (1870 M), jabatan sebagai panglima perang, dan tanggal syahid.