Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : 2020
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2020
Tahun penetapan : 11-10-2020
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : Campuran
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : H88C+H62, Jl. Kuta Lampanah, Gampong Mulia, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh 23123
Latitude : 5.566733076181884
Longitude : 95.33012040211305
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 672 m²

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Negara
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : Pemerintah Aceh

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Syeh Baba daud Ar Rumi (Tgk Dileupu)

Syeikh Baba Daud Rumi merupakan salah satu murid dari Syeikh Abdulrauf As Singkili yang berasal dari Turki dan diperkirakan hidup antara pertengahan abad ke 17 dan dekade pertama abad ke 18. Dalam Tafsir Baldawi disebutkan bahwa Syeikh Baba Daud Rumi bernama lengkap Baba Daud Bin Ismail Bin Agha Mustafa Bin Agha Ali Ar-Rumi. Beliau juga dikenal dengan panggilan Teungku Chiek di Leupu. Panggilan ini diberikan karena ia adalah seorang pendidik di sebuah Dayah Di Leupu yang didirikannya bersama dengan Syeikh Abdulrauf As Singkili. Syeikh Abdulrauf As Singkili meminta Syeikh Baba Daud Rumi untuk memimpin Dayah tersebut. Sebagai seorang Ulama Besar dalam sejarah Aceh Syeikh Baba Daud Rumi telah mencurahkan jasanya dalam penulisan Tafsir Alquran dan Tafsir melayu pertama yang dipakai oleh Syeikh Abdulrauf As Singkili sebagai referensi ulama penulisan Tafsir Bayzawi. Hasil Karyanya yang lain adalah "Risala Masailal Muhtadi Li Ikhwani Mubtadi" (masalah-masalah penuntunan bagi saudara-saudara yang baru memulia) yang telah dijadikan sebagai kitab pedoman ulama di Aceh dan juga di Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Semua karyanya telah berperan penting dalam peningkatan pemikiran Islam di dunia Melayu. Beliau hidup dimasa pemerintahan Sri Ratu Ta'jul Alam Safiatuddin Syah (1641-1676). Komplek makam Syekh Baba Daud Ar-Rumi di Gampong Mulia, Banda Aceh, adalah situs bersejarah yang menyimpan kisah seorang ulama besar asal Turki yang berpengaruh dalam perkembangan Islam di Nusantara, khususnya di Aceh.  Nama aslinya adalah Syekh Baba Daud Ar-Rumi al-Jawi. "Ar-Rumi" merujuk pada asal-usulnya dari wilayah Kesultanan Utsmaniyah (Turki), dan "Al-Jawi" mengacu pada kiprahnya di wilayah Asia Tenggara, atau dikenal sebagai Jawi. Ia dikenal sebagai penulis tafsir Al-Quran dan tafsir Melayu pertama. Karya ini kemudian menjadi rujukan penting bagi ulama-ulama besar Aceh lainnya, termasuk Syekh Abdurrauf As-Singkili. Atas permintaan Sultan Iskandar Muda, Syekh Baba Daud Ar-Rumi diangkat menjadi pemimpin dayah (pesantren) di Aceh pada abad ke-17. Ia berperan penting dalam pendidikan dan penyebaran agama Islam di wilayah tersebut.  Keberadaan makam ini menjadi bukti nyata hubungan persaudaraan antara Kesultanan Aceh dan Kekaisaran Utsmaniyah (Turki) yang telah terjalin lama.Pada tahun 2019, pemerintah Kota Banda Aceh melakukan pemugaran Komplek makam ini sebagai bagian dari upaya pelestarian cagar budaya. Makam ini sering menjadi lokasi peringatan hubungan diplomatik Aceh-Turki. Salah satunya adalah peringatan 480 tahun hubungan persaudaraan yang diadakan pada Agustus 2019.  Komplek makam Syekh Baba Daud Ar-Rumi terletak di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Situs ini menjadi destinasi wisata sejarah dan religi bagi masyarakat yang ingin mengenang dan menghormati jasa-jasa beliau.