Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2020
Tahun penetapan : 2020
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Flamboyan Gp. Pango Raya Kec. Ulee Kareng
Latitude : 5.538000881164053
Longitude : 95.35026957664316
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 35,90 m²

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Disdikbud Kota Banda Aceh
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Syaikh Muhammad

Pada Komplek ini terdapat 4 Makam 1 Makam yang paling istimewa diketahui bernama Syeikh Muhammad pada inskripsi nisannya diantaranya tertulis "Misbahul Hadzal Balad" yang artinya pelita negeri, ini menandakan bahwa beliau merupakan sosok ulama yang berpengaruh besar dalam pengembangan islam di negeri ini pada 1 nisan lain diketahui bernama tuan-tuan Muhammad wafat 992 H (1584 M). Komplek Makam Syaikh Muhammad di Banda Aceh terletak di Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng. Makam utama di Komplek ini dipercaya milik seorang ulama berpengaruh bernama Syaikh Muhammad, yang hidup pada abad ke-15 Masehi.  Pada nisan makamnya, terdapat inskripsi berbahasa Arab yang menyebutkan bahwa ia adalah "Misbahul Hadzal Balad" yang berarti "pelita negeri". Gelar ini menunjukkan bahwa Syaikh Muhammad adalah sosok ulama yang memiliki peran penting dalam menyebarkan dan mengembangkan ajaran Islam di Aceh pada masa awal kesultanan. Syaikh Muhammad diperkirakan hidup pada abad ke-15 M, jauh sebelum masa keemasan Kesultanan Aceh Darussalam. Keberadaannya membuktikan bahwa syiar Islam telah berkembang pesat di Aceh sejak masa awal. Komplek makam ini memiliki empat makam utama, dengan makam Syaikh Muhammad sebagai yang paling istimewa. Selain itu, terdapat makam-makam lain di sekitarnya yang juga dipercaya sebagai makam para ulama atau tokoh penting pada masa itu. Makam Syaikh Muhammad dan makam-makam lainnya di Komplek ini menampilkan nisan dengan ukiran kaligrafi Arab kuno. Hal ini menunjukkan kekayaan seni dan budaya Islam yang berkembang di Aceh pada masa lampau. Keberadaan makam ini telah terdeteksi dan diidentifikasi oleh tim dari Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) sejak beberapa tahun lalu. Upaya pelestarian terus dilakukan untuk menjaga situs bersejarah ini dari kerusakan. Komplek makam ini menjadi bukti sejarah penting bahwa Aceh merupakan pusat penyebaran Islam yang kuat. Kehadiran para ulama berpengaruh seperti Syaikh Muhammad menunjukkan peranan intelektual Islam dalam membangun peradaban di Aceh sejak abad ke-15.