Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2024
Tahun penetapan : 2024
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Gp. Meunasah Lhok Kec. Lhoong, Kab. Aceh Besar
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Syahid

Kompleks makam syahid di Aceh Besar belum memiliki satu nama spesifik yang merujuk pada satu peristiwa sejarah besar, namun terdapat beberapa makam syuhada yang tersebar di berbagai lokasi, seperti Makam 44 Syuhada di Keumala dan Makam Syuhada Pulot Cot Jeumpa yang menyimpan sejarah perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda. Beberapa kompleks makam lainnya juga tersebar di berbagai wilayah, termasuk yang ada di Bireuen (yang sebenarnya bukan di Aceh Besar).  Makam Syuhada di Gampong Pulo Cahi, Keumala, Aceh Besar Awalnya dinamakan "Pulo Syahid" karena merupakan tempat pemakaman 44 syuhada yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda, seperti yang dilansir dari Kumparan. Nama "Pulo Syahid" diubah menjadi "Pulo Cahi" oleh Pemerintah Indonesia antara tahun 1953-1962, saat masa pemberontakan DI/TII. Terletak di kaki gunung, dan kini dikenal sebagai penyangga Keumala Dalam, bekas ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam.  Makam Tgk. Abdullah Bin Yaqub dan sahabat-sahabatnya tahun 1933. erdasarkan hasil penelusuran, ada beberapa komplek makam syahid di Aceh Besar dengan sejarah yang berbeda. Kompleks makam yang dimaksud merujuk pada: Kompleks Makam Syuhada T. Ibrahim Lamnga, Kompleks Makam Syuhada Pulot Cot Jeumpa, dan Kompleks Makam Syahid Meunasah Lhok.  1. Kompleks Makam Syuhada T. Ibrahim Lamnga, Kompleks makam ini diperkirakan menjadi tempat peristirahatan pertama dari Teuku Ibrahim Lamnga, suami pertama Cut Nyak Dien, seorang pahlawan nasional Aceh. Teuku Ibrahim Lamnga gugur sebagai syuhada saat berperang melawan pasukan Belanda. Jasadnya dimakamkan secara rahasia di Glee Taron, Mata Ie, agar tidak diketahui oleh Belanda.  2. Kompleks Makam Syuhada Pulot Cot Jeumpa Kompleks ini merupakan tempat pemakaman para korban tragedi pembantaian aparat pada tahun 1955. Sebanyak 64 syuhada dimakamkan di sini, dan mereka adalah bagian dari 99 warga Aceh yang gugur dalam peristiwa yang terkait dengan pemberontakan DI/TII. Insiden ini terjadi di dekat bibir Pantai Kampung Pulot, Kecamatan Lepung, Aceh Besar, dan pembantaian serupa juga merenggut nyawa warga di Cut Jeumpa dan Krungkala. Kompleks makam ini terkena dampak tsunami besar pada 26 Desember 2004, yang menyebabkan kerusakan parah dan sulitnya pengenalan batu nisan.Kompleks ini telah dibersihkan dan dirawat kembali, sering dikunjungi oleh peziarah dan pengajian rutin diadakan setahun sekali.  3. Kompleks Makam Syahid Meunasah Lhok Makam ini dikenal dengan sebutan "Kuburan Syahid" oleh masyarakat setempat dan terletak di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Menurut data Budaya Aceh, kompleks ini merupakan makam Tgk. Abdullah Bin Yaqub dan sahabat-sahabatnya yang gugur pada tahun 1933.