Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2020
Tahun penetapan : 2020
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : H8C7+2FF, Gampong Pande, Kec. Kuta Raja, Kota Banda Aceh, Aceh
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : ± 25 m²
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : -
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Komplek Makam Syahbandar Bendahara Aria

Komplek Makam Syahbandar Bendahara Aria adalah Komplek makam bersejarah di Banda Aceh yang berisi makam tokoh penting di masa Kesultanan Aceh. Tokoh yang dimakamkan di sana adalah Syahbandar Bendahara Raja Aria, yang diperkirakan meninggal pada tahun H (M) saat menjabat sebagai syahbandar atau kepala pelabuhan dan bendahara (bendaharawan) di Kesultanan Aceh. Informasi ini didapatkan dari inskripsi pada nisan makamnya.  Komplek makam Syahbandar Bendahara Aria adalah situs bersejarah yang terletak di Gampong Baru, Banda Aceh. Komplek makam ini menyimpan cerita penting tentang sejarah Kesultanan Aceh pada abad ke-16.  Berdasarkan inskripsi pada nisan atau epitaf, makam tersebut milik seorang pejabat kerajaan Aceh yang dikenal dengan gelar Syahbandar Bendahara Aria. Gelar tersebut menunjukkan bahwa ia adalah pejabat yang bertanggung jawab mengurus urusan perniagaan dan keuangan kesultanan. Syahbandar Bendahara Aria meninggal sekitar pertengahan abad ke-16, tepatnya pada tahun 1543 Masehi. Kematian Syahbandar Bendahara Aria terjadi pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah al-Qahhar (1537–1568 M). Sultan ini dikenal sebagai salah satu sultan yang berhasil membangun kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam. Sebagai seorang Syahbandar Bendahara, ia memiliki peran strategis dalam urusan ekonomi dan perdagangan di Kesultanan Aceh, yang pada masa itu merupakan pusat perdagangan maritim yang penting di Asia Tenggara.  Komplek makam ini menjadi bukti fisik keberadaan para pembesar Kesultanan Aceh di masa lalu dan berfungsi sebagai cagar budaya yang penting untuk penelitian sejarah Kesultanan Aceh. Situs ini juga termasuk dalam Komplek makam Baiturrijal, yang menunjukkan lokasinya berada di lingkungan pemakaman yang bersejarah di Banda Aceh.