Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2020
Tahun penetapan : 2021
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Gampong Peulanggahan Kec. Kuta Raja
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : 230 m²
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Dayah/Pesantren
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Komplek Makam Siti Ula Syah

Berdasarkan epitaf yang tertera dalam nisan kaki diketahui kompleks makam ini ada semenjak abad ke-16 M. Di lokasi ini ada nisan Tipologi : -Tipe Lamuri Plang Pleng : 1 makam, utuh, bahan batu pasir - Tipe Samudera Pasai : 1 makam, utuh, bahan batu andesit -Tipe Aceh Darussalam : 19 makam, baik yg utuh maupun yg tidak utuh lagi dari batu pasir. Lokasi Komplek Makam ini terdapat beberapa tokoh besar diantaranya : makam Sitti Ula Syah binti Sultan 'Alaiddin bin Sultan 'Ali, makam Tun Kamil, dan makam Syaikhul Asykar. Pertama, Almarhumah Sitti Ula Syah (namanya bermakna: puan besar yang pertama). Ia adalah putri Almarhum Sultan Agung 'Alauddin (Al-Qahhar) bin Sultan 'Ali Mughayat Syah. Dari namanya, barangkali, dapat dipertimbangkan jika ia adalah putri sulung dari Sultan 'Alauddin (AlQahhar). Sejauh ini, epitaf pada nisan tersebut merupakan satu-satunya sumber yang memberitakan tentang keberadaan seorang putri Sultan 'Alauddin, dan ia bernama Sitti Ula Syah. Tidak ada sumber apapun sebelumnya yang menyebutkan tentang keberadaan tokoh ini dan namanya. Kedua, seorang ulama yang shalih lagi pemurah, syaikh (guru) yang cerdas, bernama Tun Kamil, yang wafat pada 930 hijriah (1524 masehi), masa Sultan Agung 'Ali Mughayat Syah bin Syamsu Syah memerintah. Dan ketiga adalah tokoh dengan tugas yang baru pertama sekali ditemukan dan diketahui secara nyata. Disebutkan pada epitafnya bahwa Almarhum adalah Syaikhul 'Askar, yakni seorang ulama yang ditugaskan sebagai instruktur laskar (angkatan bersenjata) Kerajaan Aceh Darussalam. Ia bergelar Jamaluddin, dan wafat pada 951 hijriah (1544 masehi). Komplek Makam Siti Ula Syah di Banda Aceh memiliki sejarah yang berasal dari abad ke-16 Masehi. Meskipun informasinya tidak banyak tersedia secara publik, beberapa fakta penting telah diidentifikasi.  Makam ini didirikan sejak abad ke-16 Masehi, seperti yang tertera pada epitaf di nisan kaki. Nama "Siti Ula Syah" kemungkinan besar adalah nama tokoh yang dimakamkan di sana, namun informasi spesifik tentang siapa sosok ini belum banyak diketahui. Komplek ini memiliki berbagai jenis nisan yang menunjukkan perkembangan sejarah makam di Aceh, Nisan tipe Lamuri (Plang Pleng) dari batu pasir, Nisan tipe Samudera Pasai dari batu andesit dan Nisan tipe Aceh Darussalam. Karena Komplek makam ini adalah peninggalan sejarah yang penting, besar kemungkinan ia termasuk dalam kategori cagar budaya yang dilindungi dan terdaftar di pemerintah setempat.  Mengingat minimnya sumber sejarah yang tersedia secara luas, kemungkinan besar informasi lebih rinci tentang sejarah tokoh Siti Ula Syah dan Komplek makamnya tersimpan di lembaga-lembaga kebudayaan lokal atau dalam penelitian khusus oleh para arkeolog dan sejarawan di Aceh.