Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2018
Tahun penetapan : 2018
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : H847+3M5, Merduati, Kec. Kuta Raja, Kota Banda Aceh, Aceh 23116
Latitude : 5.553606676850351
Longitude : 95.32624426137863
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 736 m²

Kondisi Terkini

Keutuhan : Utuh
Pemeliharaan : Terpelihara
Riwayat Pemugaran : Belum Pernah Dipugar
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Negara
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : Pemerintah Aceh

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Saidil Mukammal / Kandang Blang

Saidil Mukammal memiliki nama lengkap Sultan Alauddin Ri'ayat Syah Said Al Mukammal Ibnu Sultan Firmansyah Ibnu Sultan Inayatsyah yang menjadi Sultan Kerajaan Aceh Darussalam antara tahun 1588-1604 Masehi. Sultan ini adalah Sultan ke 10 pada urutan para Sultan Kerajaan Aceh Darussalam. Pada masa kekuasaan Saidil Mukammal, Kerajaan Aceh Darussalam mulai didatangi bangsa Eropa seperti Portugis, Belanda, Perancis dan Inggris. Pada masa itu, pelabuhan utama Kerajaan Aceh ada empat yaitu Pantai Cermin, Daya, Pidie, dan Pasai. Disebutkan pada masa Sultan Saidil Mukammal, Kerajaan Aceh sangat sibuk dengan perdagangan lada. Menurut laporan John Davis, pada masa ini sudah banyak Tauke-Tauke Tionghoa menempati satu tempat khusus. Demikian juga saudagar-saudagar Portugis, Gujarat, Arab, Benggali dan India, sudah banyak berdiam disitu. Laporan lain mengatakan bahwa telah banyak hadir pedagang-pedagang asing dari berbagai bangsa seperti : Arab, Cina, Persia, Siam, Turki, Pegu, Benggala, Portugal dan Spanyol. Pada masa Al Mukammmal, perdagangan Aceh maju pesat. Beliau mendapat bintang kehormatan dari Sultan Turky Sultan Turki Muhammad Khan yang mengirim banyak hadiah, salah satunya Kuda Tizi yang sangat bagus. Disebutkan militer laut Kerajaan Aceh berkekuatan memiliki 100 kapal perang dan setiap kapal bisa ditempatkan 400 prajurit. Salah seorang Laksamana Angkatan Laut adalah wanita dan dialah yang diperkenalkan belakangan ini dengan nama Malahayati. Alat senjata yang dipergunakan dan dari pada Tombak, Keris, Pedang, Panah dan sebagainya. Komplek makam Saidil Mukammal di Aceh adalah pemakaman bersejarah yang berisi makam Sultan Alauddin Ri'ayat Syah Said Al Mukammal (1588-1604) dan tokoh-tokoh lainnya dari masa Kesultanan Aceh Darussalam. Lokasinya berada di area agak tinggi, salah satunya di Siron, Aceh Besar, dan memiliki nisan peninggalan abad ke-16 dengan ukiran dan inskripsi indah. Kompleks ini mengalami kerusakan akibat tsunami 2004 dan sempat terjadi perubahan posisi nisan saat penataan kembali.  Nama lengkap: Sultan Alauddin Ri'ayat Syah Said Al Mukammal Ibnu Sultan Firmansyah Ibnu Sultan Inayatsyah. Masa kekuasaan: 1588-1604 Masehi. Jabatan: Sultan ke-10 Kerajaan Aceh Darussalam.  Kompleks ini berada di area yang kemungkinan terhindar dari banjir, seperti di Siron, Aceh Besar. Terdapat nisan peninggalan abad ke-16 yang terbuat dari batu Aceh dengan ukiran indah. Baru-baru ini, ditemukan makam bersejarah lainnya di kawasan ini yang diidentifikasi sebagai makam tokoh penting dari era kesultanan.  Dampak tsunami 2004: Kondisi makam berantakan dan banyak nisan yang mengalami kerusakan. Penataan kembali: Setelah kerusakan akibat tsunami, dilakukan penataan ulang yang menyebabkan perubahan posisi asli beberapa nisan.