Loading

Komplek Makam Ratu Al- 'Aqla/Malikah Danir

No. Reg. PO2015111500606 Status ODCB

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Kabupaten
Tahun pendataan : 2015
Tahun Verifikasi dan Validasi : -
Tahun penetapan : -
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Struktur

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Struktur : -
Periode Struktur : -
Fungsi Struktur : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Utara
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Gp. Meuje Tujoh Kec. Pirak Timu
Latitude : -
Longitude : -
Ketinggian (mdpl) : -

Data Fisik

Bahan Struktur : -
Satuan waktu pembuatan : -
Periode waktu pembuatan : -
Waktu Pembuatan : -
Ornamen Struktur : -
Tanda Struktur : -
Warna Struktur : -
Hiasan : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Tinggi : -
Luas Struktur : -
Luas Tanah : 258 M2
Diameter Atas : -
Diameter Badan : -
Diameter Kaki : -

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Pemda Aceh Utara
Nama pemilik : Pemda Aceh Utara
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Struktur

Nama Lainnya : Komplek Makam Ratu Al- 'Aqla/Malikah Danir

1344 M, Ratu pada Masa Kerajaan Samudra Pasai. Kompleks Makam Ratu Al-Aqla adalah bagian dari kompleks makam raja-raja Samudera Pasai, di mana Ratu Al-Aqla, yang juga dikenal sebagai Ratu Nur Ilah atau Dannir binti Sultan al-Malik az-Zahir, diperkirakan pernah memerintah pada abad ke-14. Makam ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Samudera Pasai, kerajaan Islam pertama di Nusantara. Ratu Al-Aqla dikenal sebagai salah satu penguasa perempuan terawal dan merupakan bagian penting dari sejarah kesultanan tersebut.  Ratu Al-Aqla diyakini bernama Dannir binti Sultan al-Malik az-Zahir dan juga dikenal sebagai Ratu Nur Ilah. Ia memerintah sekitar pertengahan abad ke-14, sebuah periode yang penting dalam dinamika kekuasaan antara Samudera Pasai dan Majapahit. Ia adalah salah satu dari sedikit penguasa perempuan yang memimpin kerajaan di Asia Tenggara pada masa itu. Kompleks makam ini terletak di antara makam-makam raja Samudera Pasai lainnya, menunjukkan keberadaannya sebagai bagian dari sejarah kerajaan tersebut.Kompleks makam ini adalah salah satu bukti arkeologis keberadaan Kerajaan Samudera Pasai, yang didirikan oleh Meurah Silu.