Loading

Informasi ODCB

Tingkatan Data : Provinsi
Tahun pendataan : -
Tahun Verifikasi dan Validasi : 2020
Tahun penetapan : 2020
Entitas kebudayaan : ODCB
Kategori : Situs

Data Benda

Nama ODCB/CB di lapangan : -
Sifat Situs : -
Periode Situs : -
Kelompok Situs : -

Lokasi Penemuan

Kabupaten/Kota : Kota Banda Aceh
Kecamatan : -
Desa/Kelurahan : -
Alamat : Jl. Krueng Jambo Aye No.17a, Geuceu Komp., Kec. Banda Raya, Kota Banda Aceh, Aceh 23122
Latitude : 5.534835314854541
Longitude : 95.3227899454894
Ketinggian (mdpl) : -

Data Dimensi

Panjang : -
Lebar : -
Luas Tanah : 2.50 m

Kondisi Terkini

Keutuhan : -
Pemeliharaan : -
Riwayat Pemugaran : -
Riwayat Adaptasi : -

Data Kepemilikan

Kabupaten/Kota : -
Kecamatan : -
Desa/Gampong : -
Status kepemilikan : Disdikbud Kota Banda Aceh
Nama pemilik : -
Status perolehan : -
Alamat : -
Latitude : -
Longitude : -

Data Pengelolaan

Status Pengelolaan : -

Batas Zonasi

Batas Zona Utara : -
Batas Zona Selatan : -
Batas Zona Barat : -
Batas Zona Timur : -

Deskripsi Singkat

Situs

Nama Lainnya : Komplek Makam Raja Raden

Penamaan situs ini dengan nama Komplek Makam Raja Raden merupakan penamaan yang dikenal oleh masyarakat setempat. Nama asli Raja Raden adalah Raja Abdullah yang merupakan suami pertama Putri Pahang yang kemudian menikah dengan adik Sultan Iskandar Muda, setelah sebelumnya rela hati kedua-duanya bercerai agar Putri Pahang dapat menikah dengan dan menjadi permaisuri Sultan Iskandar Muda, dalam rangka menyatukan kekuatan melawan Portugis dan menegakkan agama Islam. Dalam segi morofologi batu nisan dan keadaan situs yang berada diareal krueng Daroy dan berdekatan dengan Komplek Makam Raja Jalil menunjukkan mereka yang dimakamkan di situs ini adalah orang dekat dengan Kesultanan Aceh Darussalam era Sultan-Sultan leluhur Sultan Iskandar Muda Meukuta Alam (1607-1636 M) (Sumber dari Tim Ahli Cagar Budaya Kota Banda Aceh Tahun 2020). Komplek makam Raja Raden, yang terletak di Gampong Lam Lagang, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, adalah situs cagar budaya peninggalan Kesultanan Aceh Darussalam. Meskipun namanya dikenal sebagai Raja Raden oleh masyarakat setempat, nama aslinya adalah Raja Abdullah, seorang bangsawan dari Johor.  Raja Raden adalah nama lokal untuk Raja Abdullah. Ia merupakan suami pertama dari seorang putri Pahang bernama Putri Kamaliah. Untuk memperkuat hubungan politik antara Kesultanan Aceh dan Johor, serta untuk melawan bangsa Portugis, Raja Abdullah dan Putri Kamaliah diceraikan secara sukarela. Setelah bercerai dengan Raja Raden, Putri Kamaliah kemudian menikah dengan adik dari Sultan Iskandar Muda. Ada pula versi cerita yang menyebutkan bahwa Putri Kamaliah menjadi permaisuri Sultan Iskandar Muda. Berdasarkan tipologi batu nisan dan lokasi makam yang berdekatan dengan makam Raja Jalil (leluhur Sultan Iskandar Muda), diperkirakan mereka yang dimakamkan di sini adalah orang-orang yang dekat dengan keluarga kesultanan Aceh pada masa pemerintahan leluhur Sultan Iskandar Muda (sekitar awal abad ke-17).  Komplek makam ini berada di areal dekat Krueng Daroy, yang mengalir melalui wilayah tersebut. Situs ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Komplek makam Raja Raden merupakan bagian penting dari jejak sejarah Kesultanan Aceh yang kaya, menunjukkan hubungan politik dan budaya yang erat dengan kerajaan-kerajaan lain di Semenanjung Melayu.