| Tingkatan Data | : | Kabupaten |
| Tahun pendataan | : | 2011 |
| Tahun Verifikasi dan Validasi | : | 2011 |
| Tahun penetapan | : | - |
| Entitas kebudayaan | : | ODCB |
| Kategori | : | Situs |
| Nama ODCB/CB di lapangan | : | - |
| Sifat Situs | : | - |
| Periode Situs | : | - |
| Kelompok Situs | : | - |
| Kabupaten/Kota | : | Kabupaten Pidie |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Kelurahan | : | - |
| Alamat | : | 8VXW+MH4, Reuntoh, Kec. Delima, Kabupaten Pidie, Aceh 24183 |
| Latitude | : | 5.349145627633793 |
| Longitude | : | 95.90125628333963 |
| Ketinggian (mdpl) | : | - |
| Panjang | : | - |
| Lebar | : | - |
| Luas Tanah | : | - |
| Keutuhan | : | - |
| Pemeliharaan | : | - |
| Riwayat Pemugaran | : | - |
| Riwayat Adaptasi | : | - |
| Kabupaten/Kota | : | - |
| Kecamatan | : | - |
| Desa/Gampong | : | - |
| Status kepemilikan | : | Wakaf |
| Nama pemilik | : | - |
| Status perolehan | : | - |
| Alamat | : | - |
| Latitude | : | - |
| Longitude | : | - |
| Status Pengelolaan | : | - |
| Batas Zona Utara | : | - |
| Batas Zona Selatan | : | - |
| Batas Zona Barat | : | - |
| Batas Zona Timur | : | - |
Situs
Nama Lainnya : Komplek Makam Putroe Sani (Putroe Sandi Ratna Indra)
Komplek Makam Putroe Sani adalah makam permaisuri pertama Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh Darussalam, yang terletak di Gampong Runtuh, Kecamatan Delima, Pidie. Ia adalah putri dari Teungku Chik di Reubee, Daeng Mansur, seorang ulama terkemuka. Makamnya adalah situs cagar budaya yang kondisinya kini tidak terawat dengan baik. Nama aslinya adalah Putri Sendi Ratna Setia atau Putri Tsani (nama panggilan rakyat setempat). Ia adalah putri dari Daeng Mansyur (Teungku Chik di Reubee), yang merupakan salah satu ulama berpengaruh di masa Kesultanan Aceh. Ia menjadi permaisuri pertama Sultan Iskandar Muda dan melahirkan Sultanah Safiatuddin yang kelak menjadi pemimpin perempuan Kerajaan Aceh. Makam ini berlokasi di Gampong Runtuh, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, dan hanya bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi. Saat ini, makam tersebut kurang terawat. Batu nisannya sudah patah dan disambung dengan semen, dan tidak ada informasi sejarah yang memadai di area tersebut. Meskipun tidak sepopuler permaisuri lainnya, makam ini adalah situs sejarah penting dari masa Kesultanan Aceh dan menjadi bukti sejarah keberadaan Sultanah Safiatuddin. Menurut sejarawan, alasan Putroe Sani dimakamkan di Reubee adalah karena tempat itu adalah kampung halaman ayahnya, Teungku Chik di Reubee. Selain itu, Reubee merupakan daerah istimewa pada masa Kesultanan Aceh di mana Sultan Iskandar Muda pernah menghabiskan masa mudanya untuk menimba ilmu agama dan pengetahuan. Makam Putroe Sani, permaisuri pertama Sultan Iskandar Muda, terletak di Gampong Reuntoh, Pidie, Aceh, dan memiliki sejarah penting sebagai putri dari Teungku Chik di Reubee (Maulana Lela Daeng Mansur). Lokasi makam yang terpencil, dulunya merupakan salah satu wilayah penting karena merupakan tempat Iskandar Muda belajar masa mudanya. Sayangnya, saat ini makam tersebut dalam kondisi tidak terawat, padahal telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya. Nama aslinya adalah Putroe Sandi Ratna Indra atau Putroe Tsani, yang merupakan putri dari Teungku Chik di Reubee, seorang ulama berpengaruh.Beliau adalah permaisuri pertama Sultan Iskandar Muda, yang nantinya melahirkan Sultanah Safiatuddin, seorang pemimpin perempuan Kerajaan Aceh.Makamnya berada di Gampong Reuntoh, Kemukiman Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.Reubee dipilih karena merupakan kampung halaman ayahnya, Teungku Chik di Reubee, yang juga tempat Iskandar Muda menempuh pendidikan agama di masa mudanya.